oleh

Gelar Ops Lilin Semeru 2020, Polda Jatim Libatkan 83.917 Personel

jurnalissiberindonesia.com – Polda Jawa Timur menggelar Operasi Lilin Semeru 2020 bersama Forkopimda yang diadakan di Lapangan Mapolda Jawa Timur. Ops Lilin Semeru 2020 tersebut berlangsung diikuti Kapolda Irjen Pol Nico Afinta bersama Dirlantas Kombes Pol Latief Usman, hingga para PJU dan personel Polda Jatim, Gubenur Khofifah Indar Parawansa, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 pihaknya melakukan pengecekan serta kesiapan personel dalam pengamanan (PAM) menjelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada seluruh personel dan jajaran Forkopimda serta masyarakat Jawa Timur untuk tetap menaati protokol kesehatan (prokes) sebab mengingat libur Nataru tersebut masih dalam keadaan pandemi. “Kita berharap semua pihak bisa berperan aktif mematuhi peraturan prokes,” katanya, Senin (21/12/2020).

Pelaksanaan PAM Nataru, pihaknya mempersiapkan sebanyak 83.917 personel Polri, dan TNI sebanyak 15.842 personel, serta sisanya sebanyak 55.086 personel dari jajaran Instansi Pemerintah terkait. “Kita siapkan Ops Lilin Semeru 2020 masing-masing personel akan ditempatkan sebanyak 1.607 titik Pos PAM, hingga 675 Pos Pelayanan (Pos YAN) yang nanti untuk pengamanan gangguan Kamtibmas, maupun Kamseltibcar Lantas pada tiap titik pusat keramaian antara lain, pusat perbelanjaan, pelabuhan, terminal, bandara, dan stasiun,” terang Irjen Pol Nico.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, gelar apel pasukan Ops Lilin Semeru 2020 terselenggarakan secara di seluruh jajaran Polri mulai tingkat Mabes Polri, hingga kesatuan kewilayahan. “Ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan PAM Nataru melibatkan unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Mitra Kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah menambahkan, perayaan Nataru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat wisata, yang akan meningkatkan aktifitas pada pusat keramaian. Peningkatan aktifitas masyarakat tersebut tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar Lantas, dan pelanggaran Prokes Covid-19.

Oleh karena itu, sambungnya, Polri menyelenggarakan Ops Lilin Semeru 2020 dilaksanakan mulai hari ini terhitung tanggal 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021 untuk mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional maka, masyarakat dapat merayakan Nataru dengan rasa aman dan nyaman,” kata dia.

Nantinya, Gubenur Jawa Timur Khofifah menyebut bahwa, dalam kegiatan perayaan Nataru jangan sampai menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Berdasarkan mapping kerawanan yang dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan Kamtibmas yang harus diantisipasi antara lain, bahaya ancaman radikalisme dan terorisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum. “Ini kita sampaikan, agar juga mengantisipasi ancaman bencana banjir atau tanah longsor, karena saat ini musim penghujan,” ujar dia. (yti/bgs)

News Feed