oleh

Sebarkan Pengancaman Menkopolhukam RI Via YouTube & WA Grup, 4 Tersangka Dibekuk Polisi

jurnalissiberindonesia.com – Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim membekuk 4 pelaku ujaran kebencian di akun media sosial (medsos) YouTube Amazing Pasuruan dan penyebaran pada WhatsApp (WA) Grup Front Pembela Ib HRS dengan pengancaman Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD. Mereka tersangka akan dijerat undang-undang ITE pasal 127 ayat 4, dan 28 yang ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Kita tangkap 4 tersangka masing-masing yaitu, Muchammad Nawawi (38), asal Dusun Warungdowo Selatan, Desa Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan, Abdul Hakam (39), dan Moch Sirojuddin (37), yang keduanya, asal Dusun Krajan, Desa Kaliparang, Grati, Pasuruan, Samsul Hadi (40), Dusun Rembang, Desa Plososari, Grati, Pasuruan. Mereka tersangka melakukan perbuatan atas ujaran kebencian mengancam dari pada Menkopolhukam RI yang disebarkannya melalui akun Youtube dan WhatsApp Grup,” terang Dirreskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, bersama Kasubdit V Siber Kompol Wildan Alberd, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan konferensi pers,” Minggu (13/12).

Kombes Pol Gidion mengatakan bahwa, modus terkait pengunggahan pada akun YouTube yang berdurasi 2 menit 33 detik terdapat konten ujaran kebencian yaitu, peringatan keras warga madura untuk Mahfud MD, karena kurang ajar kepada Habib Rizieq pada channel Amazing Pasuruan. Kemudian, disebarkan via WhatsApp (WA) Grup diantaranya, DPW FPI se-Jatim, Dzuriyah Bani Sufyan, Amazing Pasuruan, DPW FPI Lam-Teng, Merah Putih VS Liberaldi, dan LDF DPW Pasuruan. “Kita tangkap 4 tersangka kejadiannya pada Jum’at (11/12/2020), di wilayah Dusun Warungdowo Selatan, Desa Warungdowo Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.

Setelah penangkapan, sambung Kombes Pol Gidion, mereka 4 tersangka diamankan berikut barang bukti ke Mapolda Jatim guna menjalani pemeriksaan penyidikan lebih dalam. Dan hasil pemeriksaan dari penyidik tersebut bahwa, mereka tersangka mengaku menyebarkan ujaran kebencian. “Menurut keterangan tersangka mereka mengancam akan membunuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD. Bahkan, para tersangka ini merupakan simpatisan dari Habib Rizieq Syihab (HRS),” tambahnya.

Selain itu, Kombes Pol Gidion menambahkan, pihaknya juga melakukan koordinasi bersama 3 saksi dan 3 ahli untuk menjeratnya atas kejadian tersebut. “Barang bukti yang kita disita antara lain, 4 unit handphone berbagai merek milik ke 4 tersangka. (yti/bgs)

News Feed