oleh

SOSIALISASI IMS,HIV/AIDS DALAM RANGKA HARI AIDS SEDUNIA 1 DESEMBER 2020 KPA KABUPATEN BREBES PROVINSI JAWA TENGAH “PERKUAT KALABORASI ,TINGKATKAN SOLIDARITAS 10 TAHUN MENUJU AKHIR AIDS 2030”

JSI Brebes : ReporterJurnalissiberindonesia.Net-642/VIII/220- Bupati Brebes Selaku Ketua KPA Kabupaten Brebes yang di Wakili Wakil Bupati Brebes H Narjo, SH.MH,Selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Brebes.Bersamaan ini diberitahukan bahwa dalam rangka koordinasi dan evaluasi capain program penanggulangan HIV/AIDS. Berkenaan dengan hal tersebut rapat Koordinasi dan Evaluasi HIV/AIDS yang dilaksanakan di Rumah Makan D’Angklo Brebes.Tetang Pemaparan tentang capain Program HIV/AIDS oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Oleh Bapak Johan. Dan Pemaparan tentang Capaian Program HIV/AIDS oleh LPPSLH Kabupaten Banyumas Mbak Yuyun.Serta Pemaparan tentang Capaian Program HIV/AIDS oleh KPA Kabupaten Brebes, Selasa 08 Desember 2020-Pukul 09.00 WIB sampai dengan Selesai.

Tamu Undangan yang hadir,Wakil Bupati Brebes H Narjo,SH.MH, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Bapak Johan, Kodim 0713/Brebes Kapten Supriyanto,dari Polres Brebes yang mewakili,dan dari LSM, Dari Rumah sakit Umum Kabupaten Brebes,Dari Satpol PP, dari Kesbangpol, kom info Dari Unsur yang Terkait dan tamu undangan lainya.

Kegiatan sosialisasi IMS,HIV/AIDS di buka oleh Bapak Slamet Tohani selaku Sekretaris Penanggulangan AIDS, dan di lanjutan paparan Narasumber LPPSLH dari Banyumas Mbak Yuyun,dan dilajutakan paparan dari Dinas Kesehatan Brebes Bapak Johan.

Paparan Narasumber dari LPPSLH Tersebut, Data capain distrik Brebes Periode Juli sampai Desember 2020, Indikator 0%-59%-60%-90%, Jumlah LSL yang di jangkau Target 1.360 hasil 1.680-124%. Jumlah Wanita yang dijangkau Target 61 hasil 114-187%. Jumlah Penasun yang dijangkau target 0 hasil 0-0%. LSL yang melakukan test HIV target 1088 hasil 829-76%. Wanita yang melakukan test HIV target 49 hasil 55-112%. Penasun yang melakukan test HIV target 0 hasil 0-0%.

“Pembelajaran dalam Pelaksanaan Program di Kabupaten Brebes ini, Dari kegitan yang telah dilaksanakan pad bulan Nopember 2020 dengan hasil yang tercapai ada beberapa pembelajaran yang di peroleh ,antar lain. Persiapan tanggap pandemik adalah hal yang sangat penting, mengingat sifat pandemic yang fluktuatif dan unpredictable. Sehingga butuh kesiap siagaan dalam melakukan penjangkauan dan tujuan. Intensitas kunjungan dan Komunikasi yang baik dengan Dinas Kesehatan dan Layanan berbuah pada peningkatan tingkat kepercayaan dan dukungan layanan mobile. Mengetahui kekurangan layanan yang tidak memiliki kemampuan penjangkauan dalam pemenuhan target Komunitas/populasi kunci resiko HIV. Rutinitas Koordinasi internal lebih berkualitas dengan diskusi dan pembahasan pemecahan problem target yang teranalisa dan mudah dipahami,’’Ungkapnya Yuyun.

“Cross Cutting Issues Program di kabupaten Brebes. Tema COVID-19 dengan protokol Kesehatannya saat ini menjadi trending topic program disemua sector instansi Pemerintah, hal tersebut bisa dicreate menjadi sebuah tawaran kerjasama benefisiaris Komunitas risti HIV era Pandemic. LPPSLH selalu mengusung issue HAM,Hak Warga sipil dan tema lain yang merupakan program yang perlu didukung dengan benefisiaris komunitas risti HIV. LPPSLH melibatakan staff Komunitas program HIV pada isu program lain di lembaga. Perluasan jangkauan pada komunitas sekunder yang rentan dan beresiko tinggi setelah diadakan pendalaman kasus dan Sosialisasi,seperti beberapa kelompok remaja urban dan komunitas ebeg (Seni kuda Lumping). Terjalin Kerjasama dengan KPA dan Dinkes Kabupaten dalam kegiatan rujukan dengan tema pandemic COVID-19 pada komonitas beresiko,’’Sambunganya.

“Paparan Dari Diknas Kesehatan Kabupaten Brebes tersebut. Layanan Konseling dan Test HIV (KT-HIV) di Kabupaten Brebes ada beberapa layanan kesehatan. 38 Puskesmas,RSUD Brebes, RSUD Bumiayu, RS Bakti Asih, RS Siti Aminah, RS Derra Assyifa, RS Mutiara Bunda. Dan ada 9 Layanan Rujukan Test IMS (SIFILIS).Puskesmas Bulakamba, Puskesmas Bumiayu, Puskesmas Kersana, Puskesmas Pemaron, Puskesmas Cikuesal Kidul, Puskesmas Bentar, Puskesmas Tanjung, Puskesmas Banjarharjo,dan Puskesmas Bandunsari.dan ada banyak layanan Perawatan dukungan dan Pengobatan HIV di Kabupaten Brebes,’’Terang Johan.

Sambutan Wakil Bupati Brebes H Narjo,SH.MH, selaku ketua pelaksana Komisi Penanggulangan AID Kabupen Brebes, dalam sambutan ketua pelaksana, tetang monitoring kalaborasi penanggulangan AIDS, Kabupaten aman tentram,Masyarakatnya Sehat, Kami Wakil Bupati Brebes mewanti-wanti kepada masyarakat, Kami Wakil Bupati Brebes Pemerintah Kabupaten Brebes kami ingin di bantu untuk Sosialisasi adanya Virus Corona Disease 2019/COVID -19 2020 agar masyarakat memakai masker dan jaga jarak, dan cuci tangan pakai air yang mengalir dan pakai sabun,Bapak dan Ibu adalah orang yang di tokohkan di desanya atau di lingkunganya kita harus sosialisasikan dan kita harus S O P dan Protkes, sampai hari ini Brebes sudah ada beberapa yang kemarin meninggal angka 76 orang menjadi 80 orang yang meninggal dunia, yang terkomfirmasi Virus Corona Disease 2019, sekitar 1.800an, yang sembuh kurang lebih 800 orang, dan yang di karantina mandiri di Rumah Sakit Brebes dan Bumiayu banyak,’’Tutur Wakil Bupati.

“Wakil Bupati Brebes Menghimbau jangan menyepelekan adanya Virus Corona/COVID-19, Virus Corona ini sangat berbahaya mematikan, jalan satu-satunya pesan wakil Bupati Brebes,sering cuci tangan, Memakai masker,dan jaga jarak,dan mandi pakai air yang mengalir bila habis berpergian dari pasar,Kantor,’’Terangnya.

Ia menghimbau selain AIDS,sekarang sudah musim hujan,kami minta antipasi adanya bencana, mudah-mudahan Brebes tidak ada Bencana dan tidak ada longsor dan tidak ada banjir.Narjo menghimbau siapa lagi kalau gak kita sosialisasikan AIDS adalah penyakit yang sangat menjijikan, caranya kita tingkatkan Iman dan Taqwa pada keluarga , dan jangan berhubungan dengan yang tidak sah, dan kami menghimbau kami mohon, sosialisasikan kepada masyarakat gunakan sesuai dengan aturan cara penanggulangan AIDS dengan Selamat masyarakat kita sudah sadar,”Katanya.

Ia menghimbau kepada Satpol PP, tolong satpol PP itu jalur Losari, Kecipir, Bulakamba,Jati barang itu warung Remang-remang supaya satpol adalah alat darai satuan polisi pamong praja,Wakil Bupati pesan tolong Satpol PP bergerak operasi rutin, dan jangan takut-takut itu warung remang, tulung koordinasi sama TNI-Polri Operasi di masing-masing muspika, segera Operasi rutin Yustisi agar disitu jangan sampai ada perbuatan-perbuatan diluar hukum adanya perlakuan-perlakuan yang dosa, untuk mencegak penularan HIV/AIDS ,’’Pungkasnya.
Penulis. ReporterJurnalissiberindonesia. Net (Ags)

News Feed