oleh

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Lahar Panas, Warga Mengungsi di Tempat Umum

jurnalissiberindonesia.com – Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (1/12), sekitar pukul 1.23 WIB, mengeluarkan letusan turunnya lava pijar dengan menyemburkan hingga sampai radius sekitar 1000 meter.

Berdasarkan data yang diterima dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui laman resmi bnpb.go.id bahwa, awan panas yang guguran dari Gunung Semeru berjarak meluncurkan sekitar 2.000 meter ke arah Besuk Kobokan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pihak Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi yang terletak di pos pengamatan Gunung Semeru telah siap siaga bersama Polri dan TNI serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lumajang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah merilis informasi sekitar pukul 23.55 WIB. Berdasarkan rekaman video dihimpun dari media jurnalissiberindonesia.com, bahwa tampak terlihat guguran lava pijar dari ujung lidah lava. Awan panas guguran nampak pada pukul 1.23 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter. Pukul 2.00 WIB awan panas guguran sudah mencapai 3.000 meter. Untuk pukul 3.00 WIB BPBD Lumajang melaporkan hujan bercampur abu vulkanik berangsur turun pada sekitar pos pengamatan.

Sementara, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang turun ke lokasi kawasan rawan bencana (KRB) I untuk melihat situasi lapangan. Diketahui, tampak terlihat masyarakat sekitar yang berada di KRB I wilayah Kamar A di Curah Koboan dan Rowobaung Kecamatan Pronojiwo mulai bergegas melakukan evakuasi mandiri sekitar pukul 3.45 WIB.

Bahkan, beberapa titik seperti pos Gunung Sawur, SD Supiturang, dan sarana tempat ibadah masjid jadikan sebagai lokasi pengungsian.

Lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik masing-masing diantaranya, Desa Supiturang, Desa Oro-Oro Ombo, dan Rowobaung di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro. Sejumlah desa ini masuk wilayah administratif Kabupaten Lumajang.

Pihak BPBD Lumajang meminta kepada masyarakat Dusun Curah Koboan, Desa Supiturang, dan Dusun Rowobaung Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, serta Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro untuk keluar mengungsikan rumah dikarenakan potensi lahar panas dapat menerjang pemukiman warga akibat hujan mengguyur. Hingga, masih banyak para warga yang melakukan aktivitas penambangan di daerah aliran sungai (DAS) Rejali, Besuk Semut dan Besuk Sat.

Tim dari PVMBG merekomendasi ada beberapa poin berikut yaitu, masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 kilometer dan wilayah 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Semeru, Jonggring Seloko. Karena, kawah tersebut merupakan alur luncuran awan panas. Kedua, mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jonggring Seloko. (bgs)

News Feed