oleh

VERIFIKASI DESA ODF ( OPEN DEFECATION FREE ) DESA CIPELEM KECAMATAN BULAKAMBA BREBES

-Berita, Sosial-58 views

Brebes : Jum’at, 6 – Nopember – 2020, Pemerintah Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan pendampingan kepada Tim Verifikasi Desa ODF (Open Defecation Free). Dalam hal ini yang di maksud ODF adalah kondisi ketika setiap Individu/masyarakat tidak buang air besar (tinja) Sembaranagan, tidak ke kolam/ sungai dan ploen , Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit dilingkungan, sehingga untuk mencegah perilaku ini harus dilakukan kegiatan pemantuan langsung dan bimbingan dari Dinas Terkait ( Dinas Kesehatan dan Tim dari Kabupaten ) denagan didampingi para Kader Kesehatan Desa Cipelem dan Kades Desa Racawulu, Tim dari Puskesmas, Kecamatan Bulakamba dan Perangkat Desa serta Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba, menyadarkan masyarakat desa cipelem agar semua rumah bisa memiliki jamban dan Sepiteng.

Kegiatan Verifikasi Desa ODF (Open Defecation Free) Desa Cipelem tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Bulakamba, Ibu Hj.Rofikoh , Kepala Kecamatan Bulakamba Sugeng Basuki ,SH.MM yang diwakili oleh Bapak Johari Staf Kecamatan, Kapolsek Bulakamba AKP H Widiaspo,SH.Koramil Bulakamba Kapten M Tuteng yang di wakili oleh Bapak Sugiarto, kepala Desa cipelem H Cokro Aminoto ,Kepala Dinkes Kabupaten Brebes yang Diwakili oleh Ibu Jumiyati ,S.St,M.Kes.Dalam kegiatan Verifikasi diDesa Cipelem menurut keterangan diketemukan beberapa keluarga mengunakan , buang Air Besar, di Pinggir Sungai dan di Ploen, Menurut Kepala Puskesmas Bulakamba Ibu Hj,Rofikoh, memberikan arahan kepada warga untuk memperbaiki sehingga nanti bisa menjadi JSP ( Jamban Sehat Permanen) yang akhirnya Desa tersebut bisa menjadi desa ODF,’’ Ungkapnya Rofikoh,’’

‘’Kepala Puskesmas Bulakamba Ibu Hj,Rofikoh , Mengatakan , ayo masyarakat Desa Cipelem mematui Protokol Kesehatan ,Covid-19 yang masih tinggi , di himbau hidup sehat , mengaplikasi M3 ( Mencuci Tangan dengan sabun dan Air yang mengalir , memakai Masker, Menjaga Jarak )”ungkapnya”

Kepala Dinkes Kabupaten Brebes yang diwakili oleh Ibu Jumiyati,S.St,M.Kes. Mengatakan Open Defecation Free(ODF) atau stop Buang Air Besar sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air Besar sembarangan, pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu Komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Terkait Desa Cipelem yang telah ODF, untuk mempertahankan statusnya diperlukan adanya peraren atau peraturan Desa pada lembaganya. Salah satu Desa di kecamatan Bulakamba yang diverifikasi ODF adalah desa Cipelem yang dilakasanakan pada hari Jum’at ( 6-Nopember-2020 ). Verifikasi mentargetakan dari total Keseluruhan KK di desa Cipelem, ProsesVerifikasi dilaksanakan dengan Partisipasi dari Kader Kesehatan Lingkungan menemukan banyak KK yang belum memiliki Jamban, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Adapun dalam satu Komunitas /masyarakat dapat dikatakan telah ODF jika telah memenuhi Kriteria, Ungkapnya Jumiyati,’’

Kepala Desa Cipelem , H Cokro Aminoto ,Menjelaskan bahwa Kecamatan Bulakamba kabupaten Brebes, Desa Cipelem mempunyai Potensi untuk Menjadi Desa ODF. Hal tersebut dikarenakan dari desa Cipelem sendiri belum masyarakatnya sadar adanaya ODF. Salah satu Faktor belum tercapainya ODF di seluruh desa tersebut, dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat, salah satunya masih BAB ditempat sembarangan dan menganggap BAB di sembarang tempat adalah hal biasa.Untuk itu pihaknya terus menjaga perilaku hidup sehat,dan mendorong agar masyarakat terus menjaga perilaku hidup seha,dan mendorong agar pemerintah desa serta pemerintah Kecamatan untuk lebih gencar menyosialisasikan pada masyarakat agar tidak BAB sembarangan,’’ Katanya Cokro,’’

“ Kami terus berupaya melakukan penyuluhan dan sosialisasi.Kita dorong agar masyarakat berperilaku hidup sehat dan tidak BAB sembarangan, Karena kesadaran sebagian masyarakat masih kurang, menganggap BAB kurang perioritas.Masih banyak warga yang BAB di sungai,dan mereka tidak tahu bahayanya bagi Kesehatan,Karena tentu air sungai juga di gunakan untuk mandi dan mencuci oleh masyarakat, Kata H Cokro , Pungkasnya.(Ags/red)

News Feed