oleh

Peresmian Hotel Tangguh Semeru, Ini Pesan Kapolda Jatim

jurnalissiberindonesia.com – Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.S,i bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko meresmikan Hotel Tangguh Semeru, Grand Mercure Surabaya City yang berada di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Selain itu, pada peresmian tersebut juga dihadiri Vice President Accor Sales Marketing Distribution Loyality Indonesia, Singapura, dan Malaysia Adi Satria, bersama seluruh staf Grand Mercure Surabaya City Hotel, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Timur, Sinarto, S.Kar, M.M., Kasdam V Brawijaya beserta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M. Fadil Imran menyampaikan, bahwa pihaknya sangat bangga dan senang dengan adanya Hotel Tangguh Semeru Pertama yang ada di Jawa Timur. Ini bisa menjadi inspirasi yang lain untuk tetap menerapkan Potokol Kesehatan dimassa Pandemi Covid-19.

Dimassa pandemi covid-19 ini, kami memberikan contoh ada beberapa klaster, yang pertama yakni, Klaster permukiman, Klaster ruang publik dan tempat beraktifitas tempat bekerja. Kalau tiga tempat ini bisa menerapkan protokol kesehatan dan bisa dikontrol. Maka situasi Covid-19 ini bisa kita kendalikan.

Sehingga di kampung-kampung kami dirikan Kampung Tangguh Semeru. Diawal menerapkan memang sangat sulit untuk dijalankan dan dilaksanakan. Namun dengan berjalannya waktu, semua akhirnya sudah terbiasa untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Saya senang dengan adanya hotel tangguh semeru, hal ini sebagai bukti bahwa. Tempat wisata seperti hotel juga harus menerapkan protokol kesehatan. Adanya hotel tangguh semeru ini, berharap bisa menjadi contoh kepada hotel hotel yang lain,” ucap Kapolda Jatim, Jum’at (6/11/2020).

“Jika semua masyarakat bisa mentaati aturan, maka kita akan cepat melewati pandemi covid-19. Saat ini, apalagi tingkat kesembuhan di jatim saat ini sudah 80 persen,” tambah Kapolda Irjen Pol Fadil.

Sementara untuk di ruang publik, lanjutnya, memang perlu diintervensi, Polda Jatim sudah membuat Covid Hunter, dan Wali Kota Surabaya sudah membuat Swab Hunter. Dan diruang publik dilakukan penegakan hukum dengan operasi yustisi, swab hunter, covid hunter dan jika ada yang tidak menggunakan masker maupun ada orang kumpul – kumpul maka akan ditindak dengan Perda maupun Pergub dan juga Perwali.

“Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, kami Polda Jatim membuat Covid Hunter, sedangkan Pemkot Surabaya membuat Swab Hunter. Ini yang akan terus kami lakukan, agar Surabaya segera menuju zona hijau,” kata Irjen Pol Fadil.

Selain itu, saya sangat Apresiasi dan memberikan penghargaan atas segala upaya menciptakan situasi yang sangat aman, nyaman bagi kesehatan dan dinamika pertumbuhan ekonomi di kota surabaya dan jawa timur pada umumya. Kedepan diharapkan, pertumbuhan ekonomi di jatim khususnya surabaya bisa kembali pulih,” imbuh Irjen Pol Fadil.

Sementara, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, saat ini penyebaran covid-19 di surabaya sudah turun terus, dan ini juga karena adanya swab hunter, yang saat ini kita fokuskan di perbatasan.

Di surabaya orang yang positif sakit ini turun terus, misalnya ada yang sakit 19 orang, dan sembuh 20 orang, sehingga terus mengalami penurunan. Sementara itu untuk swab hunter yang sudah kami lakukan juga sangat efektif, kita temukan beberapa orang yang memang terindikasi covid-19 dan langsung kami berikan penanganan serius.

“Bersyukur di surabaya tingkat penularan sudah turun terus. Sehingga dengan kondisi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi kedepan bisa segera pulih,” pungkas Wali Kota Risma. (yti/red).

News Feed