oleh

Hadapi Pilkada, BSPN DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Pemantapan Pelatihan Saksi

-Berita, Politik-306 views

Surabaya – Tim pemenangan pendukung pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Armudji (ERJI) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang di usung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dalam pencoblosan nanti, agar para saksi dapat berjalan maksimal saat pelaksanaan tugas pada TPS (Tempat Pemungutan Suara) 9 Desember mendatang.

Oleh sebab itu, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengadakan Pemantapan bagi para calon saksi yang akan ditugaskan sebagai saksi nantinya. yang bertempat di Balai RW 01 Ketintang, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, turut diikuti 71 calon saksi untuk sesi gelombang pertama mulai sekitar pukul 16.00 WIB, sore dan berlanjut pada sesi kedua sekitar pukul 19.00 WIB, malam hingga selesai dengan total keseluruhan 142 calon saksi. Adapun juga, pemantapan saksi Pilwali Kota Surabaya juga turut menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan berlangsung Yel Yel Tim Pemenangan ERJI.

Kepala Biro Penghitungan dan Rekapitulasi Surat Suara BSPN DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Liwon Subagyo, S.E., menyampaikan agenda pemantapan saksi agar mereka mempunyai dasar dapat mengetahui nantinya tugas fungsi kerja saksi pada TPS patut dijadikan sebagai pembekalan dan mengerti akan tidak adanya kecurangan pada Pilkada Pilwali Kota Surabaya. “Jadi, kita bekali mereka (saksi) sebelum pencoblosan kalau ada kecurangan harus memintakan formulir C2-KWK,” kata Liwon Subagyo saat diwawancarai, Kamis (29/10/2020).

Menurut Liwon, pihaknya berkaca pada pengalaman kegiatan sebelumnya pernah mengadakan pembekalan, tetapi akan kurang diberikan bekal para saksi. Karena, pihaknya mengetahui seorang saksi ditugaskan membuka surat suara penghitungan. “Secara, tidak di perbolehkan, sehingga hal itu merupakan tugas dari pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sedangkan, saksi disuruhnya menulis pada formulir C1-KWK dengan mengisikan sendiri, otomatis juga tidak di perbolehkan. Maka itu, kami lakukan pemantapan ini agar nantinya tugas saksi tidak menuliskan pada formulir C1-KWK tersebut,” ujar Liwon Subagyo.

Dia juga menuturkan, supaya saksi agar dapat bekerja secara intens dan maksimal, maka harus mengerti dalam Pemilu Pilkada ini. “Sebab, tugas saksi merupakan ujung tombak kemenangan pasangan calon (Paslon) ERJI yang kita usung,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, Ia mencontohkan bahwa saksi memasuki ke TPS harus melihat kinerja petugas KPPS tersebut. Sehingga, apabila adanya kecurangan, tugas saksi inilah dapat mengetahui. Kenapa demikian, misalkan saja ada kecurangan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan jumlah sekitar 400 di tambah 2 setengah persen menjadi 410 itu. “Jadi, disimpulkan bila nanti kalau jumlahnya melebihi, secara pasti ada kecurangan, dan kalaupun kurang dari jumlah 410 juga bisa dikatakan ada kecurangan,” terang Liwon didampingi Bendahara BSPN DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Triono, S.H., S.M.

Selanjutnya, kata Liwon Subagyo, sangat dikhawatirkan lagi nantinya para saksi dapat di bohongi, oleh sebab itu, agar diharap meneliti menduga jika pihak petugas KPPS kalaupun ada yang memakai cincin yang disertakan paku akan sistem pencurangan itu. “Secara, ya tugas saksi harus mengerti dan kami mengimbau untuk tidak menggunakan ponsel atau gadget di dalam TPS. Sehingga, harapan nantinya baik dari saksi 1 dan saksi 2 jangan sampai juga meninggalkan TPS selama dalam perhitungan suara,” tegasnya.

Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, Heru Trisaksono, S.S., juga menyarankan bahwa, untuk langkah para calon yang terpilih sebagai saksi agar supaya menjelang pelaksanaan pencoblosan di TPS nanti lebih cermat dan selektif dalam pemilihan. “Memang diharapkan lebih ngotot, serta dominan dengan akal sehat. Dan terpenting dalam TPS mereka saksi tidak main-main hingga sepakat memberikan terbaik bagi Paslon tersebut,” pungkasnya. (ov1/red).

News Feed