oleh

Berikan Rasa Aman di Pulau Garam, Polres Bangkalan Pamerkan 12 Tersangka

Bangkalan – Kasus kejahatan 3C Curat (pencurian disertai pemberatan), Curas (pencurian disertai kekerasan) dan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), hingga Curwan (pencurian hewan ternak berhasil diungkap Satreskrim Polres Bangkalan beserta Polsek Jajaran. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin dan menjaga kondusifitas memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah pulau garam.

Diketahui, saat Konferensi Pers berlangsung para tersangka telah dipamerkan dihadapan awak media serta tampak berjalan tertatih-tatih setelah diberikan tindakan tegas terkukur pada kakinya saat akan ditangkap melakukan perlawanan oleh petugas.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra dalam keterangan Konferensi Pers menjelaskan, pihaknya berhasil mengungkap dan meringkus 11 tersangka. Kemudian, tersangka berinisial MS (32), warga Dusun Timur Leke, Desa Sendang Dajah, Labang, Bangkalan melancarkan baksi kejahatan curas dengan modus menghentikan sepeda motor dan mengancam korban menggunakan senjata tajam (Sajam) hingga merampas motor korban. “Kita juga amankan 2 tersangka lain saat akan ditangkap petugas melakukan perlawanan, sehingga diberikan tindakan tegas terukur,” katanya, Kamis (22/10/2020).

AKBP Rama menyampaikan, hasil pemeriksaan pengakuan tersangka telah melakukan aksi kejahatan baik Curas dan Curanmor sebanyak 12 tempat kejadian (TKP). Begitu juga, tersangka berinisial K (40), warga Dusun Rabesen, Desa Perreng, Burneh Bangkalan, menjalankan aksi pencurian parabola traktor dengan modus memasuki pekarangan rumah korban dan hasil curiannya dibawa dengan dipanggul,” ungkapnya.

Kesatuannya, sambungnya didampingi Kasatreskrim AKP Agus Sobarna Praja, bersama Kasubbag Humas Iptu Arif Djunaedi dapat meringkus tersangka berinisial MI (23), warga Dusun Mangga’an, Modung, Bangkalan dengan aksi Curwan ternak sapi. Kejadian saat itu berada di wilayah Modung yang modusnya mencuri hewan sapi dan di jualnya kembali. “Kita upaya masih melakukan pengejaran terhadap 1 pelaku lain berinisial, S (35), warga Desa Serahi Barat, Modung, Bangkalan untuk ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” tegas AKBP Rama.

Masih kata AKBP Rama, aksi tersangka kasus Curas berinisial AR (25), asal Desa Banjar Tebulu, Camplong, Sampang, modus dilakukannya dengan menjanjikan korban dicarikan pekerjaan, kemudian tersangka mengajak korban mengambil kaos yang akan disablon. “Sampai di lokasi kejadian Desa Telang, Kamal, Bangkalan, tersangka mendorong korban hingga terjatuh ke tambak dan sempat mencekik leher korban, sehingga motor milik korban dibawanya kabur terhadap tersangka,” papar AKBP Rama.

Dalam pengungkapan kasus menonjol, lanjutnya, berhasil meringkus tersangka berinisial T (24), warga Dusun Angsokah, Desa Dlamah Dajah, Tanah Merah, Bangkalan. Tersangka atas kepemilikan senpi rakitan diperolehnya dari pelaku berinisial, S yang kini masih buron yang disimpan dalam rumahnya, dan tersangka juga merupakan sebagai Penadah kendaraan bermotor. Hasil pengembangan kasus tersebut tersangka bersama otak pelaku utama spesialis pembobolan brankas di TKP SMA Negeri 4 Bangkalan, dan SMP Negeri 2 Socah. “Otak pelaku lainnya telah diamankan ke Mapolres Pamekasan,” tambahnya.

AKBP Rama menuturkan, sebanyak 27 unit tablet, 2 unit speaker salon aktif, 11 unit komputer berbagai merk, 1 unit laptop, 1 unit proyektor, dan 1 unit sepeda motor jenis matic honda beat nopol L 6430 MI warna merah kombinasi putih 2 unit ponsel android Oppo berikut Xiaomi, t potongan kabel telepon tanah dengan diameter 5 cm panjang ukuran 60 cm, hingga 1 kunci leter T, beserta 1 unit sepeda motor jenis matic honda beat nopol M 4325 HU warna putih biru yang semuanya telah dijadikan sebagai barang bukti,” pungkasnya. (yti/red)

News Feed