oleh

Jelang Pilkada 2020, Forkopimda Jawa Timur Gelar Rakor Ketertiban dan Keamanan

Surabaya. Dalam mewujudkan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 19 Kabupaten/Kota se- Jawa Timur pada 9 Desember mendatang, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi (Rakor) Ketertiban dan Keamanan Pilkada yang diadakan bertempat di Grand City Convention Hall Surabaya, Senin (19/10/2020).

Rangkaian Rakor tersebut melakukan pemantapan sinergi yang juga diikuti Gubernur dan Wakil Gubernur, Kapolda Jatim, Kasdam V Brawijaya serta perwakilan Forkopimda antara lain, Wakil Ketua DPRD, Kajati Jatim, Ketua KPU bersama seluruh Bupati, Walikota Jatim, Kapolres, Kajari, hingga Ketua KPU di 19 Kabupaten/Kota.

Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai mengingat pelaksanaan pilkada serentak ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Dengan mulai penerapan protokol kesehatan (Prokes) selama proses pilkada berlangsung, meningkatkan angka partisipasi pemilih, sampai antisipasi berbagai kerawanan yang timbul, serta menjaga di setiap tahapan,” ujar Khofifah, Senin (19/10).

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, maka harus dipastikan bahwa menjaga saat tahapan kampanye sampai dengan pemungutan suara, penghitungan suara sampai proses diumumkan perolehan suara dan pengumuman pemenang. Serta memastikan para petugas pemilu mulai panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), hingga petugas di tempat pemungutan suara (TPS) dalam kondisi sehat dan terbebas dari Covid-19.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Bupati/Walikota melakukan koordinasi teknis pelaksanaan rapid test atau swab test bagi setiap para petugas tersebut. Hal itu, terkait kebutuhan tenaga kesehatan, serta jangka waktu hasil pelaksanaan tes tidak kadaluarsa atau masih berlaku saat Pilkada,” papar Gubenur Jawa Timur Khofifah.

Disampaikannya, dari keterangan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI hasil rapid tes berlaku 14 hari. Monggo kita berbagi tugas mulai kapan rapid test dari petugas akan dilakukan, karena terkait berapa banyak tim nakes bisa disupport Bupati/Walikota.

“Jangan sampai pelaksanaannya terlalu mepet, sehingga ketika pilkada berlangsung hasilnya belum keluar. Oleh karena itu, mari kita lakukan pemetaaan seluruh aparatur yang terlibat dalam proses pemungutan suara agar rakyat sehat, ekonomi, sehat dan pilkada sehat,” pesan Khofifah.

Terkait kebutuhan tenaga kesehatan tersebut, tambahnya, pihaknya meminta agar kabupaten/kota yang tidak melaksanakan pilkada dapat memberikan support atau bantuan kepada kabupaten/kota yang membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Terutama di daerah yang memiliki masyarakat yang mempunyai hak pilih dalam jumlah besar.

“Jadi, mohon kepada Bupati/Walikota terdekat jikalau ada daerah di sekitarnya dengan jumlah pemilih sangat besar dan jumlah tim petugas pilkada dalam jumlah besar butuh support, sekiranya memungkinkan bisa kita bantu tenaga kesehatan terutama untuk melakukan rapid test dan swab test bagi para petugas,” katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah juga meminta agar Bupati/Walikota terus mensosialisasi dan menyebarluaskan informasi terkait pelaksanaan Pilkada serentak. Apalagi, di tengah pandemi covid-19 masih ada masyarakat pada daerah yang tidak tahu kapan pelaksanaan pilkada tersebut. Hal tersebut penting agar tingkat partisipasi dan keikutsertaan masyarakat dalam pilkada meningkat.

“Kami sampaikan kepada Bupati/Walikota dapat bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menyebarluaskan informasi, serta terus sosialisasikan pilkada. Seperti bekerjasama dengan media massa baik cetak maupun elektronik untuk terus mensosialisasikan.

Selain itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI menyampaikan, pihaknya setiap hari Minggu melaksanakan gowes sembari sampaikan penting Prokes dan sekaligus sosialisasikan pilkada serentak di kabupaten/kota yang melaksanakannya,” jelas Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Drs. H.M. Fadil Imran, M.Si., menyampaikan peran Polda Jatim dalam mewujudkan Pilkada serentak tahun 2020 yang tertib, aman, damai, dan lancar di tengah Pandemi Covid-19 dalam setiap tahapan Pilkada. “Peran kami dalam mewujudkan pilkada tahun 2020 di wilayah Jatim, yang tertib, aman, damai dan lancar,” terangnya.

Irjen Pol Fadil menuturkan bahwa, pengamanan di Pilkada yang akan berlangsung di wilayah Jatim harus dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Selain itu, Kapolda menambahkan, seluruh anggota Polri, TNI, Pemda, Penyelenggara Pilkada, Pengawas Pilkada dan media massa perlu memperkuat sinergitas dalam rangka terciptanya Pilkada serentak 2020 yang aman, tertib, lancar dan demokratis, serta bebas Covid-19.

“Pengamanan Pilkada di Jawa Timur, harus mengutamakan keselamatan jiwa. Karena, saat ini masih massa Pandemi Covid-19,” pungkas Irjen Pol Fadil. (yti/red)

News Feed