oleh

Dari Kasus Klenteng Ternyata Ada Pengalihan Aset HSB Ke Yayasan HSBB Milik Pribadi Tan Tjien Hwat.

Bojonegoro, Kasus eksekusi aset Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat mendapat sorotan serius dari beberapa masyarakat Bojonegoro.

Dalam kasus ini ternyata ditemukan ada celah hukum yang bisa menjerat Hari Widodo Rahmad (Tan Tjien Hwat) sebagai ketua Yayasan HSBB, dimana seluruh aset Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro yang sebelumnya berada di Yayasan HSB milik Umat dialihkan ke Yayasan HSBB milik Pribadi Tan Tjien Hwat adalah Perbuatan Melawan Hukum ( PMH)

Dominasi dari Putusan Mahkamah Agung (MA) tentang sengketa kepengurusan dan aset Tempat Ibadah Tri Dharma Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya No 604/Pdt/2014, dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro didalam putusan tersebut didominasi pengalihan aset dari Yayasan HSB ke Yayasan HSBB atas nama Hari Widodo Rahmad atau Tan Tjien Hwat.

Tidak banyak yang tahu dalam kasus ini ada pengalihan aset yang dilakukan Tan Tjien Hwat adalah Perbuatan Melawan Hukum.

Dalam putusan Kasasi no2746k/pdt/2015 perbuatan pihak tergugat atau termohon eksekusi sengketa Klenteng atau tempat ibadah Tri Dharma Hok Swie Bio Hari Widodo Rahmad(Tan Tjien Hwat) yang mengalihkan aset Klenteng tanpa persetujuan umat adalah tindakan Perbuatan Melawan Hukum.
ini adalah salah satu petikan kasasi MA yang Berkekuatan Hukum Tetap.
Dalam putusan MA hal 79 dr 81 hal:
Terbukti bahwa Tan Tjien Hwat telah MENGALIHKAN aset milik yayasan HSB menjadi MILIK yayasan PRIBADI ( HSBB) tanpa persetujuan pemilik Yayasan yaitu Umat TITD adalah Perbuatan Melawan Hukum

Sementara itu Anam Warsito kuasa Hukum Hari Widodo Rahmad(Tan Tjien Hwat) saat dikonfirmasi media ini melaui WA mengatakan bahwa pihak penggugat adalah Badan Tempat Ibadah TITD bukan
Perorangan atas nama Go Kian An. Karena badan hukum maka yg berhak mewakili adalah pengurus. Sementara Go Kian An adalah pengurus periode 2013-2015 yang periodenya habis per desember 2015. Saat itu pun bukan pilihan umat karena saat pemilihan perolehan suara Go Kian An kalah dengan Tan Tjien Hwat. ” Karena kepengurusan Go Kian An sudah berakhir desember 2015 maka saat ini sudah tidakk bisa lagi bertindak untuk dan atas nama Badan TITD Hok Swie Bio termasuk ngurusi aset klenteng. Karena saat ini sdh ada kepengurusan baru pilihan umat yg sah dan sudah dikukuhkan oleh PTITD/ Komda Jawa Timur yang memiliki wewenang untuk mengurus dan mendayagunakan aset klenteng. Sebagai umat sebaiknya Go Kian An jika punya masukan atau saran terkait pengelolaan aset silahkan disampaikan ke pengurus yg sah saat ini “jelas Advokad yang juga mantan Anggota DPRD ini

Sementara itu Go Kian An mengatakan kalau saat itu pak Hwat tidak terima putusan MA seharusnya mengajukan PK.
Saat ini Go Kian An yang mewakili badan TITD Hok Swie Bio juga menanyakan apakah ketua Klenteng itu harus dilantik PTITD Komda Jatim, kerena itu tidak ada dalam AD./ART HOK SWIE BIO” pelantikan ketua klenteng tidak harus dilantik oleh PTITD/ Komda Jatim dan itu tidak ada dalam AD./ART” Klenteng kami jelas Go Kian An.(tri/red).

News Feed