oleh

Mengetahui Akan Ada Eksekusi Aset Klenteng, Kubu Tan Djien Hwat Adakan Perlawanan Hukum.Humas PN,Eksekusi Akan Tetap Kita Laksankan.

BOJONEGORO, Kabar akan adanya eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri Bojonegoro terhadap aset Kleteng Hok Swie Bio mendapat perlawanan hulum dari kubu Tan Djien Hwat (Hari Widodo Rahmad), perlawanan tersebut karena kubu Tan Djien Hwat tidak puas atas putusan Makamah Agung yang memenangkan Go Kian An ( Gandi Koesmianto).

Mendengar adanya perlawanan hukum tersebut penasehat hukum Gandhi. Muharsuko melalui sambungan selular mengatakan jika sebagai warga negara baik harus taat akan hukum yang berlaku. “Silahkan lakukan perlawanan lewat proses hukum, tapi bila pakai jalan lain mereka berhadapan dengan pihak Kepolisian, Sekali lagi semua demi kebaikan umat, tidak untuk kepentingan pribadi klien saya. Terkait pengamanan kami serahkan kepada petugas Kepolisian,” pungkasnya.

Sementara itu Hubungan Masyarakat (Humas) PN Isdaryanto menjelaskan jika apa yang akan dilakukan oleh mereka adalah hak dari tiap Warga Negara Indonesia (WNI). Tapi bagaimapun PN tetap akan laksanakan eksekusi sesuai putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht). “Pada prinsipnya PN hanya berpedoman pada putusan telah Inkrach, kemudian laksanakan tahapan pelaksanaan eksekusi sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya Jum’at (20/03/20).

Seperti diketahui bahwa Putusan Mahkamah Agung (MA) tentang sengketa kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya No 604/Pdt/2014, dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, dan memenangkan Gandhi Koesmiyanto (Go Kian An) dalam kasus Gugatan Kepengurusn yayasan TITD.
Dapat diketahui sengketa TITD Hok Swie Bio sudah berlangsung semenjak tahun 2013, sekarang ini telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) dengan dimenangkan oleh Go Kian An dan tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi.(tri/red).

News Feed