oleh

Polres Bojonegoro Galar Rapat Koordinasi Terkait Persiapan Eksekusi Klenteng (TITD)

Bojonegoro, Polres Bojonegoro bersama BPN,Pengadilan Negeri Bojonegoro,Kejaksaan Negeri dan Ketua Peguyuban Umat beragama melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan eksekusi Yayasan TITD diMapolres Bojonegoro pada Rabu (11/3).

Rapat tersebut dilaksankan menindak lanjuti
Putusan Mahkamah Agung (MA) tentang sengketa kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya No 604/Pdt/2014, dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, dan memenangkan Gandhi Koesmiyanto (Go Kian An) dalam kasus Gugatan Kepengurusn yayasan TITD.
Dengan putusan tersebut Pengadilan Negeri Bojonegoro dalam waktu dekat akan melaksankan Esksekusi ,untuk melaksanakan eksekusi tersebut perlu koordinasi dengan berbagai pihak.

Maharsuko W S.H M.H Advokad Gandhi Koeswiyono

Sementara itu Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan rakor internal ini adalah langkah awal dari permintaaan eksekusi dari PN Bojonegoro” Hari ini memang kita melaksankan rakor internal terkait dengan rencana eksekusi yang dilaksanakan Pengadilan Negeri Bojonegoro”terang Kapolres.
Dalam Eksekusi ada dua cara yang dapat dilakukan ,yaitu:

  1. Eksekusi secara SUKARELA:, apabila Termohon Eksekusi secara Suka rela menyerahkan/ melaksanakan terhadap isi putusan yg dimohonkan eksekusi tersebut dengan Pihak Pemohon Eksekusi;
  2. EKSEKUSI secara PAKSA: yaitu yg dilakukan oleh Pengadilan dgn menggunakan alat kekuatan negara untuk melaksanakan isi putusan yg dimohonkan eksekusi setelah Termohon Eksekusi diberikan penjelasan dan peringatan oleh Pengadilan agar Termohon Eksekusi secara Sukarela untuk melakasanakan isi putusan akan tetapi Termohon Eksekusi tidak mau melaksanakannya.

Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro Isdariyanto kepada awak media ini mengatakan pelaksanaan eksekusi terhadap Ased Yayasan TITD ini masih menunggu waktu, kerena masih ada beberapa hal yang harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

Sementara itu adanya isu yang tersebar akan ada gusuran atau pengosongan tempat eksekusi PKL didepan Klenteng dibantah oleh Harsuko Wirono sebagai Advokat Gandhi , bahkan pengacara asal Jawa Tengan ini telah memohon kepada Pengadilan Negeri Bojonegoro untuk tidak mengosongkan tempat PKL tersebut”kita sudah melayangkan surat kepada PN untuk tidak mengosongkan tempat eksekusi didepan klenteng,biar saudara saudara PKL itu tetap berjualan”jelas Maharsuko.(tri)

News Feed