oleh

Usai Transaksi, 2 Budak Sabu Ditangkap

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya РPenyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu telah diungkap Unit Reskrim Polsek Gayungan Surabaya. Pengungkapan tersebut petugas berhasil menangkap 2 orang pelaku masing-masing, yaitu Abdul Wahab (21), warga Tambak Sawah, Waru dan Idris Afandi (24), asal Sedati Gede, keduanya dari Sidoarjo dengan mengamankan 2 poket sabu seberat 0,35 gram dan 0,37 gram untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Adapun mereka kini sudah dijebloskan ke dalam penjara guna menanggung perbuatannya akan di jerat pasal 112 ayat (1), dan atau pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Iya benar, kami telah menangkap 2 orang penyalahgunaan narkoba jenis sabu tepatnya pada perempatan lampu merah Jalan Ngagel Surabaya. Kejadiannya saat itu Minggu, (23/2/2020), sekitar pukul 03.00 WIB pagi hari.

Kronologi awal mula kesatuannya telah menerima laporan informasi terdapat dua orang sedang berboncengan mengendarai motor usai membeli barang haram sabu-sabu. “Begitu menerima informasi tersebut kami lakukan penyelidikan serta saat digeledah ditemukan sabu yang dibawanya oleh mereka pelaku,” kata Kapolsek Gayungan Surabaya Kompol Sumaryadi, S.H., M.Si., melalui Kanit Reskrim Ipda Hedjen Oktianto, S.H., saat dihubungi via teleponnya, Selasa (25/2/2020).

Hedjen menambahkan, pelaku saat di interogasi membeli barang sabu dilakukan secara patungan perpoket seharga Rp. 200 ribu, sehingga terkumpul menjadi Rp. 400 ribu untuk harga dua poket sabu. “Mereka pelaku membelinya kepada seorang bandar dengan sebutan Cacak secara bertemu langsung berada di Jalan Kapasan Surabaya,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, mereka usai membeli sabu bermaksud akan dikonsumsi secara bersama-sama. “Jadi, sabu itu akan digunakan, dan saat melintasi di tempat kejadian perkara (TKP), inilah mereka berhasil kami tangkap. Ia menjelaskan, selain itu tersangka mengkonsumsi sabu untuk menambah stamina saat sedang menjalankan aktivitas. “Hasil pemeriksaan tersangka juga menikmati sabu selama 3 bulan lamanya,” pungkas Hedjen Oktianto. (yti/wj)

News Feed