oleh

Jatanras Polda Jatim Ringkus Sindikat Pelaku Penadah dan Ranmor

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Sindikat pelaku kejahatan jalanan berhasil diringkus Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mereka 7 orang pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing, adalah Abdul Rahman (40), asal Desa Patapan, Kabupaten Sampang, dan M. Hanif (30), asal Desa Jatisari, Kabupaten Pasuruan, perannya sebagai pelaku penadah ranmor R2 dan R4, serta Agus Budiono, alias Badak (50), asal Dusun Sumber Pinang, Karangharjo, Feri (27), asal Dusun Karang Baru, Kecamatan Silo, yang keduanya asal Kabupaten Jember berperan sebagai pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Bismo (44), asal Dusun Pandan Toyo, Ngancar, Kabupaten Kediri, Edy Syafi’i (34), asal Desa Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, juga berperan sebagai pemalsu dokumen surat, hingga Rakhmat Farid (37), asal Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur perannya sebagai pencetak surat kendaraan palsu.

“Kasus ini terungkap berkat kerja keras para anggota untuk mengungkap pelaku kejahatan jalanan agar daerah Jawa Timur aman dan kondusif. Jadi, kami tangkap mereka secara lengkap merupakan pelaku sindikat pemetik (pencuri), pencetak dan membuat dokumen stnk palsu, serta penadah,” terang Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, didampingi PS Kasubdit III Jatanras Kompol Oki Ahadian Purwono, dan Kanit V Perjudian Kompol Muhammad Aldy Sulaeman saat memberikan keterangan Konferensi Pers di halaman Mapolda Jatim, Rabu (5/2).

Luki mengatakan para tersangka ini melakukan aksi kejahatan jalanan berada 6 wilayah masing-masing, yaitu Gresik, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan, dengan berhasil menyita 22 unit motor dan 20 unit mobil. Selain itu, ada juga beberapa barang bukti lainnya juga diamankan yakni, 1 unit Laptop lengkap set dengan alat komputer, dan scanner, 2 lembar stnk, dan 1 lembar stnk palsu, 2 handphone, 5 buah pasang plat nomor, 2 lembar nota pembelian, serta 2 buah kunci leter T.

“Dalam jangka waktu 1 bulan mulai sejak 1 Januari, sampai awal bulan Februari 2020 anggota berhasil mengungkap, hingga nantinya barang bukti (BB) diserahkan kepemilik disertai pencocokan dengan bukti stnk atau bpkb. “Kami serahkan BB ke pemilik yang tanpa tidak di pungut biaya, kita memberikan gratis kepada masyarakat,” tuturnya.

Kapolda menyampaikan, para tersangka menerima pesanan stnk palsu seharga Rp. 200 ribu dengan penjualannya melalui online. Bahkan, tersangka melakukan aksi pembobolan rumah mengasak seluruh isi barang berharga dan sepeda motor milik korban. “Hasil motor yang di curinya di jual ke wilayah Jember seharga Rp. 2 juta selama 4 kali aksi,” imbuh Irjen Pol Luki. (yti/wj)

News Feed