oleh

Tudingan Terkait Renovasi Pasar Sumber Dawesari, Ini Jawaban Kades dan Pedagang

jurnalissiberindonesia.com – Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan, pepatah ini seperti yang dialami Kepala Desa (Kades) Sumber Dawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur dengan tuduhan masyarakat terkait melakukan praktik pungutan liar (pungli) atas pembangunan Pasar Tradisional di Desa Sumber Dawesari tersebut. Hal ini, pihak Kades membantah terkait tudingan itu dengan mendapatkan dana ratusan juta rupiah.

“Terkait tuduhan warga dengan mendapat dana sebesar Rp.150 juta itu tidak benar. Sedangkan, dana ini merupakan dana pribadi secara mutlak kami dapatkan dari pihak swasta untuk pembangunan pasar. Jadi, pihak swasta memberikan dana awalnya Rp. 75 juta dengan diperuntukkan pembangunan pasar. Kemudian, setelah direnovasi pasar selesai, di berikan sepenuhnya Rp. 75 juta, yang total Rp. 150 juta,” terang H. Budiono Subari, Kades Sumber Dawesari, Selasa (28/1/2020).

Disampaikan, terkait pembangunan dan pemindahan pasar, pihak Kades sebelumnya mengundang warga yang sekaligus juga pedagang pasar untuk mengetahui kondisi fisik pasar tersebut.

“Kami sempat mengundang dengan mengumpulkan warga untuk mengetahui bukti pasar yang telah sudah dibangun dan pihak warga sepakat menyetujuinya.

Kendati demikian, kata Kades, sebelumnya pasar tradisional letaknya di Desa Sumber Dawesari, kemudian di renovasi dengan mendapat dana oleh pihak swasta yang dipindahkan ke tempat lebih strategis dengan letak masih sama di Desa Sumber Dawesari tersebut. “Kami tidak ada unsur paksaan dengan warga terkait pemindahan dagangan ke pasar baru ini, bahkan warga juga turut menyumbang merenovasi pasar itu, ada yang berupa uang, dan bahan material bangunan,” tutur H. Budiono Subari.

Ia menambahkan setelah renovasi pasar tersebut selesai, pihaknya menerima adanya isu terkait pada pembangunan pasar dari hasil pungli. “Kami sampaikan isu iy tidak benar sama sekali, sebab murni dananya dari pihak swasta dan di bantu dengan masyarakat menyumbang yang tanpa ada unsur paksaan atau lainnya,” imbuh Kades Sumber Dawesari, H. Budiono Subari

Hal tersebut diungkapkan pihak pedagang pasar setempat, bahwa terkait tuduhan isu tidak benar yang di lakukan Kades Sumber Dawesari ini. Hal ini tidak benar dan salah besar dengan kades melakukan pungli, sedangkan kita pedagang membantunya semaksimal tanpa ada unsur paksaan dengan renovasi pasar tradisional,” kata Sarno. Justru, sambungnya kita merasa senang dengan keberadaan pasar yang baru, bahkan kita para pedagang ada menyumbang berupa uang, material bangunan seperti pasir, semen, dan ada juga uang menyumbang makanan untuk tukang.

“Kita para pedagang merasa berterima kasih dibangunnya lokasi pasar baru yang tempatnya strategis sehingga penghasilan secara meningkat cukup lumayan banyak,” sebut Sarno selaku pedagang pasar. (yti/mnf/wj)

News Feed