oleh

Launching E-TLE, Kapolda Jatim: Masyarakat Mari Tertib Berlalulintas

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Penindakan pelanggaran berbasis digital hari ini, Kamis (16/1/2020) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim melaunching program E-TLE yang sebelumnya dilakukan penandatanganan kesepakatan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Lobby Lantai 2 Balai Kota Surabaya, pada Jum’at (27/12) lalu.

Launching E-TLE ini sebagai simbolis ditandai penekanan tombol sirine bahwa, telah diresmikan oleh Kapolda Jatim bersama Kakorlantas Polri, dan Dirlantas Polda Jatim, serta Wali Kota Surabaya yang diadakan bertempat di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si., mengatakan pihaknya melaksanakan launching program E-TLE tersebut bersama mengumpulkan seluruh Pejabat Muspida Kabupaten/Kota, karena terkait program ini di libatkan semua pihak Pemda (Pemerintah Daerah) dan rencana Jawa Timur sebagai project pertama akan menggelar program E-TLE ke tiap seluruh daerah. Maka, banyak sekali manfaat akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) pada wilayah masing-masing. “Banyak sekali manfaatnya, yaitu ketertiban berlalulintas akan lebih terjamin, dan mengurangi penekanan angka kecelakaan, bahkan akan berdampak dapat memantau melalui kamera CCTV terpasang terhadap pelaku kejahatan,” terangnya, Kamis (16/1).

“Kami himbau masyarakat Jawa Timur setelah launching berlaku program E-TLE mari bersama tertib berlalulintas dalam berkendara, khususnya warga Kota Surabaya untuk lebih menaati peraturan lalulintas yang sudah diterapkan, dengan tertib lalu lintas. Maka, kita jangan sampai saat mengendarai kendaraan di jalan raya gara-gara cuma melanggar menjadi korban kecelakaan,” paparnya Irjen Pol Luki Hermawan.

Dikatakan, sebelum dan sesudah diresmikan launching E-TLE pelanggaran ataupun denda per 2 hari sudah mencapai 265 pelanggaran hanya di wilayah Kota Surabaya. Bahkan, pengiriman pelanggaran lalulintas diantar  melalui, via Pos dan Giro, dan merupakan bentuk wujud program E-TLE diterapkan,” ujarnya.

“Hal tersebut memang benar kita tindak langsung pelanggar, bahkan tidak ada hubungan komunikasi antar petugas dengan masyarakat, serta tidak ada pungli dan memang murni penindakan melalui digital,” tegas Irjen Pol Luki.

Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Istiono, M.H., menambahkan pihaknya mengapresiasi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menginisiasi danr mendukung program E-TLE dengan pemasangan kamera CCTV pada tiap sudut Kota serta sangat bagus sekali dengan penerapan penindakan melalui digital banyak manfaatnya. “Sistem itu memotret pelanggaran berada di jalan yang sudah terekam jejak semua,” imbuh Irjen. Pol. Istiono.

Dikatakan, Kota Surabaya sudah siap melaunching E-TLE, tapi untuk wilayah Kabupaten/Kota merupakan salah satu pelopor di Jawa Timur dan lebih besar lagi beberapa seluruh titik sudah terpasang kamera CCTV. “Pihak para pejabat Bupati, maupun Wali Kota saat diundang langsung merespon dengan memesan sekaligus menjanjikan akan memasang CCTV di wilayah masing-masing.

Dengan launching ini, Irjen Pol Istiono berharap untuk diterapkan menjadi wilayah tertib berlalulintas, karena sisi lain lalulintas merupakan merumpaan pusat urat nadi dari pada kehidupan bermasyarakat. “Jadi, lalulintas cermin budaya bangsa dengan program E-TLE pelanggaran yang sering terjadi di jalan akan langsung termonitor dan nantinya kalau masyarakat diharap jangan heran mendapatkan tidak terasa ada sebanyak 5 kali atau 7 kali pelanggaran akan ditujukan langsung ke alamat para pelanggar pungkasnya. (yti/wj/mnf)

News Feed