oleh

Persoalan PKL Genteng Sidomukti Komisi B DPRD Surabaya Akan Panggil DPBT, Ada Apa?

-Berita, Politik-203 views

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Komisi B DPRD Kota Surabaya kembali menggelar rapat dengar pendapat (hearing) yang hasilnya, bahwa akan dilakukan pemanggilan ulang 1 minggu kedepan, karena pihak Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak menghadiri undangan hearing. Rencananya Dewan Bidang Perekonomian dan Keuangan tersebut akan mengkaji ulang minimal Senin atau Rabu depan membahas soal PKL (pedagang kaki lima) yang sekaligus warga Genteng Sidomukti yang di tertibkan oleh Satpol PP Pemkot Surabaya sebelumnya.

“Kesekian banyak pembeli di PKL kawasan Genteng Sidomukti adalah, merupakan rata-rata pengunjung Gedung Sioala, maka seharusnya Pemkot Surabaya mengambil sikap agar memfasilitasinya, yang berarti ini sama halnya mendekatkan para pembeli berada di Gedung Siola itu “Fasilitas ini cukup bagus, bukan karena pihak Pemkot mengambil keputusan untuk menertibkan, kemudian warga memohon agar tetap dapat berjualan berada di gang Jalan Genteng Sidomukti. Memang salah satu sisi akses Jalan, dan di atas saluran air. Nah menyikapi kearifan lokal yang ada maka Pemkot memberikan satu fasilitas untuk mendekatkan para pedagang kepada pembelinya,” ujar Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Dr. John Thamrun, S.H., M.H., saat diwawancarai media jurnalissiberindonesia.com, Kamis (2/1/2020).

Selanjutnya, Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan bahwa, setelah pedagang dapat mendekatkan kepada pembelinya, ini adalah merupakan suatu progres. Memang, pihaknya tidak bisa memenuhi 100 persen yang diinginkan masyarakat, Tapi John menyebut tetap berupaya memfasilitasi sesungguhnya menjadi keinginan yang diharapkan warga. “Kita sikapi, apa yang telah diinginkan masyarakat itu, dan yabg diharapkan oleh para pedagang,” katanya.

Sementara, Kasatpol PP Pemkot Surabaya Irvan Widyanto menyatakan untuk permasalahan pada PKL maupun warga Genteng Sidomukti bahwa solusi kongkrit segera di realisasikan. “Kepastian tempat, mereka para pedagang sudah ada dari Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Pemkot Surabaya yang akan ditempatkan di dalam Gedung Siola,” terangnya saat diwawancarai awak media.

Kemudian, mengenai pengelolaan parkir sambung Irvan bahwa segera secepatnya nanti progres bagaimananya akan tetap di kordinasikan. “Kita secepatnya untuk berkoordinasi dengan pihak anggota Komisi B DPRD Surabaya. Tetapi, kalau terkait jangka waktu, mudah-mudahan dalam waktu 1 minggu selesai, bahkan akses jalan itu sudah tidak dapat di pakai untuk berjualan, dan kita fungsikan sebagai jalan,” tukasnya. (yti/wj/mnf)

News Feed