oleh

Wakil Rakyat Soroti Pasar Tunjungan Mangkrak, Plt Dirut PD Pasar Surya Sebut Keuangan Negatif

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan membahas permasalahan Pasar Tunjungan yang sekian lama mangkrak, Kamis (26/12) kemarin. Hal tersebut wakil rakyat juga menyoroti kinerja Plt Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Surya (PDPS) yang tidak dapat mengatasi problematika pada kondisi fisik pasar yang tidak terawat. Selain itu, masih terdapat permasalahan yang timbul diantaranya, terkait pada penarikan retribusi kepada setiap pedagang yang berjualan disekitar Pasar Tunjungan tersebut.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz menuturkan bahwa, kiranya bila tidak ada keberatan tarikan retribusi ke pedagang jika kalau pada Pasar Tunjungan itu masih dapat bisa difungsikan. Hal demikian kata Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), permasalahan ini karena Pasar Tunjungan tidak sesuai diperuntukkan. “Kami adakan hearing bersama agar supaya Pasar Tunjungan dapat dialih fungsikan kembali,” kata Mahfudz.

Selanjutnya, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya John Thamrun, S.H., M.H. menyampaikan bila mana tugas fungsi dari pada Plt. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Surya masih sanggup melaksanakan tugas kinerja untuk merenovasi kembali Pasar Tunjungan maka lakukan. Namun, justru sebaliknya apabila kalau tidak sanggup maka ditutup atau mundur dalam jabatan itu. “Kami sangat kasihan kepada masyarakat agar tidak terbebani. Bahkan, sempat tertunda bertahun-tahun dalam renovasi Pasar Tunjungan ini,” tegas John Thamrun.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan mengharapkan bahwa, dalam pokok pikiran (Pokir) terkait ekonomian kerakyatan bahkan, kasihan dari sejumlah pedagang tidak ada yang membeli dagangannya, karena faktor penyebab pasarnya tidak layak,” tandas John Thamrun.

Sementara itu, Plt (pelaksanaan tugas) Dirut PD Pasar Surya (PDPS) Kota Surabaya Muhibuddin menjelaskan, pihaknya akan melihat fakta di lapangan bahaya nantinya seperti apa, karena semua kondisi Pasar Tunjungan tidak dapat bisa teratasi, dan tentunya tugas masih banyak yang menumpuk serta harus di selesaikan secara perlahan-lahan, tidak bisa langsung spontanitas. Bahkan, nanti akan di lakukan pembahasan ulang. “Kita harus mengikuti program yang saat ini berdiri di tanahnya orang juga harus tahu rencananya pemilik seperti apa,” dalih Muhibuddin, seusai mengikuti hearing di ruang Komisi B DPRD Kota Surabaya.

Untuk target, sambungnya pada tahun 2020 nanti belum ada. Yang artinya untuk revitalisasi Pasar Tunjungan masih belum. “Mereka para pedagang masih berjualan dengan tersedia fasilitas listrik dan kita tidak menghilangkan semua pada fasilitas itu,” tuturnya.

Muhibuddin menyebutkan, kalau musim hujan seperti ini area Pasar Tunjungan memang terdapat kubangan air, dan sesaat pasar itu menjadi sepi pengunjung dengan biaya perawatan akan menjadi berkurang. “Jadi, kalau laporan keuangan kita tunjukkan ke operasional pada Pasar Tunjungan itu devisi dengan tidak ada pendapatan parkir atau iklan.

Maka, kedepannya belum ada program revitalisasi. “Kami masih membenahi terlebih dahulu, bagaimana mau revitalisasi Pasar Tunjungan, sedangkan keuangan masih negatif seperti ini,” pungkas Muhibuddin seolah-olah menghindar cercaan pertanyaan oleh awak media. (yti/wj/mnf)

News Feed