oleh

Belum Mendapat Titik Terang, Buntut Sengketa Hak Jabatan KRK TKBM Hasil Mediasi Akan Berlanjut Jalur Hukum

Surabaya – Polemik buntut permasalahan sengketa hak jabatan sebagai Ketua Regu Kerja (KRK) yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hingga sampai kini masih belum mendapat titik terang saat dilakukan mediasi, Selasa (10/12), lalu bersama oleh Ketua Umum (Ketum) TKBM, Agus Rijanto, S.H., bersama Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) H. Achmad Kholiq, S.E.

Pasalnya, pada jabatan KRK tersebut seharusnya berhak mendapatkan jabatan yaitu, anak kandung Alm.Kartiso yang kala itu semasa hidupnya masih menjabat sebagai KRK, tapi justru jabatan ini diemban oleh Agung Pregianto yang merupakan ahli waris dari Alm.Subani pengganti dari pada Alm.Kartiso. Diketahui, Alm.Subani tersebut merupakan anak bawaan dari pada istri pertama Alm.Kartiso, karena kala itu anak kandung Alm.Kartiso bernama Yuliana masih belum cukup umur, sehingga sebagai pengganti KRK Alm.Kantiso digantikannya oleh Alm.Subani.

Maka, oleh sebab itu dari Ketum TKBM Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melakukan pemanggilan kedua pihak untuk menggelar mediasi agar problem ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami selaku Ketua Umum sudah mengupayakan memanggil mereka untuk dilakukan mediasi dan dapat selesai secara kekeluargaan. Tapi, hasil endingnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, agar mereka dapat memilih menempuhnya proses jalur hukum untuk memecahkan pada permasalahan ini,” tutur Agus Rijanto saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, pernyataan ini dikuatkan oleh Bagian SDM TKBM Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, H. Achmad Kholiq pihaknya sebagai kelembagaan sudah upaya mencarikan solusi jalan terbaik agar mereka dapat bersatu rukun kembali. Akan tetapi dari kedua belah pihak ahli waris ini tidak bisa, dan akhirnya kami hanya bisa menyerahkan pihak masing-masing, entah mau memperkarakan untuk menempuh jalur hukum terserah mereka,” dalihnya saat ditemui diruang kerjanya.

Ia menyebut, pada dua kali mediasi ini pihak mereka tetap mementingkan egonya sendiri untuk mencari kebenaran, maka kami tidak ikut campur urusan mereka dengan mencari kebenaran, dan kami tida berhak untuk mencegah,” ungkap Achmad Kholiq.

Sementara, selaku Kuasa Hukum Yuliana, Susanto S.H. mengatakan, pihaknya sudah berupaya agar permasalahan ini jangan sampai menempuh jalur hukum, karena dengan mengedepankan dari pada sistem kekeluargaan.

Namun, pihak kuasa hukum Agung Pregianto tetap bersikeras mempertahankan jabatan kliennya (Agung Pregianto-red) sebagai KRK pada TKBM Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan menyatakan melanjutkan proses hukum.

“Untuk teknis akan disampaikan lebih lanjut setelah nanti ada tim kami yang menangani permasalahan tersebut secara bersama,” ujar Susanto, S.H. saat dikonfirmasi terpisah. (mnf/wj)

News Feed