oleh

Pemutihan Denda Pajak Berakhir 14 Desember, Total Ada 50 ribu Pemohon

jurnalissiberindonesia.com – Ribuan masyarakat memenuhi Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Surabaya Selatan untuk mengurus pada pembebasan administrasi pajak kendaraan bermotor R2 (roda dua) dan R4 (roda empat) yang akan berakhir kurang beberapa hari ini.

Program bebas denda pajak kendaraan bermotor yang digagas oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur secara serentak tidak hanya bebaskan denda pajak, tapi juga pembebasan bea balik nama (BBN) atau BBN II kendaraan bermotor dan seterusnya.

Administrasi Pelayanan (Adpel) Samsat Surabaya Selatan Ismail Achmadi menuturkan bahwa, untuk mensiasati akhir pemutihan pada 14 Desember 2019 itu ini, pihaknya memberikan penambahan pelayanan sebanyak 5 loket petugas administrasi, dan totalnya ada 10 loket yang tersedia bagi warga akan membayar pembebasan denda pajak,” katanya saat ditemui pada ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019).

Achmadi sapaan akrabnya juga membenarkan selama pembebasan denda pajak atau BBN pihaknya telah mendata jumlah total ada puluhan ribu lebih pemohon. Yang artinya, data jumlah pemohon tersebut sampai bulan November 2019 akhir total ada 50 ribu pemohon. “Kalau soal isu adanya jumlah mencapai 2500 pemohon tidak benar itu,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Ismail Achmadi selama pemutihan sanksi denda pajak tidak adanya permasalahan pelayanan. “Tidak ada, terkait masalah pelayanan baik segi alat komputer, ataupun lampiran bukti pajak sendiri lancar semuanya,” terangnya.

Ia menghimbau agar masyarakat Jawa Timur untuk bisa melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor selama 24 jam. Dalam arti, bisa dilakukan bayar pajak itu melalui akses internet yang sudah tersedia. “Kami berikan fasilitas penambahan layanan Samsat Corner ataupun Samsat pada mobil keliling dan disitu sudah ada petugas piket,” tutur Achmadi kepada jurnalissiberindonesia.com.

Bahkan, pihaknya mengkira para masyarakat mengetahui jika tiap Samsat Induk penuh dan mengantre agar dapat melakukan membayar bebas denda pajak yang tersedia di toko swalayan. “Kami fasilitaskan untuk menghindari berjubel antrian panjang agar masyarakat dapat membayar denda pajak pada swalayan terdekat,” pungkas Achmadi. (yti/wj/mnf)

News Feed