oleh

Laka Bus Vs Motor, Sopir Ditahan

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya, Kecelakaan antara Bus dan motor terjadi di Jalan Lakda M Nasir, atau tepatnya di depan PT. Gama Surabaya, Rabu (6/11), lalu sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam peristiwa kecelakaan ini, bus Akas bernopol N-7027-UR dikemudikan sopir Nur Salim (37), warga Dungun, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menabrak bagian samping motor jenis matic Honda Vario bernopol L-5113-AY yang dikendarai oleh Bayu Indarto (37), warga Semolowaru Utara I/135 Surabaya.

Atas peristiwa kejadian ini langsung ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan diterbitkan pada Laporan Polisi nomor LP/15.02/88/XI/TUK.72.3/2019.

Diketahui, peristiwa kecelakaan tersebut korban Bayu Indarto mengalami luka cukup serius bagian wajah dan lengan tangan sebelah kiri dilakukan perawatan secara intensif visum di Rs. PHC dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya dengan luka jahit bagian wajah yang diduga akibat benturan, dan lengan tangan mengalami patah tulang. Adapun masing-masing unit bus, serta motor mengalami kerusakan bagian kiri hingga kini masih diamankan oleh petugas Kepolisian.

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Ayip Rizal menjelaskan, kronologinya penanganan Laka mulai kejadian terhitung selama 12 hari berjalan ini Bus Akas di kemudikan oleh sopir Nur Salim berjalan dari arah barat ke timur di jalan Lakda M. Nasir Surabaya, kemudian sesampai tepatnya depan perusahaan PT. Gama, Bus ini melaju melambung ke kiri karena hendak menurunkan penumpang. “Tiba-tiba bus ini mendadak hendak berhenti, menyerempet motor dikemudikan korban Bayu Indarto dengan berjalan dari arah utara ke selatan,” kata AKP Ayip Rizal, Minggu (17/11/2019) saat dikonfirmasi.

Saat bus Akas menabrak korban, sambungnya korban mengenai stang setir sebelah kanan, dugaan korban terbentur pot bunga di sekitaran jalan tersebut yang mengalami luka cukup serius pada bagian wajah dan lengan tangan sebelah kiri. “Ada saksi mata warga mengetahui kejadian ini, selanjutnya korban dilarikan ke Rs. PHC terdekat untuk mendapatkan perawatan visum,” ujar Ayip.

Dikatakan, pihaknya melakukan olah TKP sebanyak dua kali. Sedangkan, sopir bus masih kita tahan, dan berkasnya selama 1 minggu berjalan akan kita limpahkan ke kejaksaan. Yang pasti, antara korban dengan pengurus pihak PO Bus ini ada komunikasi lebih intens terkait peristiwa kecelakaan tersebut,” paparnya.

Ayip menyebut bahwa, masing-masing unit bus dan motor masih tetap kita tahan sebagai barang bukti. “Kami tahan semua barang bukti beserta sopir bus buat dijadikan bahan persidangan di kejaksaan,” tuturnya.

Dijelaskan, kalau mengenai pengurus PO Bus Akas kemarin, telah melakukan komunikasi via telepon kepada kami, terkait itu agar di komunikasikan langsung dengan pihak keluarga korban. “Indikasinya jangan sampai dari pihak pengurus PO Bus Akas untuk menekan bantuan mengeluarkan barang bukti bus, intinya kami memaksimalkan proses hukum yang berlaku. Nantinya, fakta dalam persidangan seperti apa, biar ditentukan oleh pihak kejaksaan. Untuk sementara, sopir bus telah melanggar ketentuan pasal 310 ayat (2), Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009, yang mana setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas mengakibatkan orang lain mengalami luka-luka,” pungkasnya.

Reporter: yti/mnf
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed