oleh

Ops Zebra Semeru 2019, Ditlantas Polda Jatim Sanksi Pelanggar Sebanyak 27.615

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur mengakhiri pelaksanaan penutupan Ops Zebra Semeru tanggal 5 November dengan awal pembukaan pada 23 Oktober 2019, kemarin.

Ops Zebra Semeru yang dilaksanakan selama 14 hari dari masing-masing satuan tugas (Satgas) berhasil menjaring pengendara yang melanggar sanksi totalnya ada 157.499 tilang, dan 13.554 sanksi teguran serta jumlah semuanya ada sebanyak 171.053 pelanggar.

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim Kompol Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui, Paurmin Binopsnal AKP Didik Siswanto mengatakan, menurut perintah dari Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, S.I.K., M.M., bahwa usai pelaksanaan Ops Semeru Zebra 2019 lebih dikedepankan pada penegakkan hukum bagi pelanggar lalu lintas tentang segi Keamanan, Keselamatan Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di Daerah Jawa Timur ” ujar AKP Didik Siswanto saat ditemui, Senin (11/11/2019).

AKP Didik menjelaskan, total keseluruhan angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Jawa Timur ada 234 kejadian yang didominasi pada korban meninggal dunia (MD) ada 37 orang, luka berat 30 orang, dan luka ringan 276 orang. “Itu semua angka usia tertinggi sekitar umur 26 hingga 30 tahun,” ungkapnya.

Disampaikan, jumlah pengendara lalu lintas yang melanggar yang tidak melengkapi helm standart atau SNI dikenakan sanksi ada sebanyak 27.615 kasus, melawan arus ada 16.571 kasus, pelanggar yang mengoperasikan handphone saat berkendara di jalan raya ada 1.848 kasus. Bagi pengendara pengaruh alkohol untuk sanksi pelanggaran tidak ada, sedangkan pelanggar melebihi batas kecepatan khusus di jalan tol ada 827 kasus, serta pelanggar pengendara R4 yang tidak memakai sabuk pengaman (Safety Belt) ada 5.723 kasus. “Petugas menindak tegas pelanggar yang tidak dilengkapi surat-surat SIM maupun STNKB ada 50.943 kasus,” ujarnya.

Menurut Didik Siswanto, perbandingan jumlah pelanggar tahun 2018, lalu angka kecelakaan mendominasi sebanyak 211 orang. Sedangkan, tahun 2019 naik mencapai 11 persen. Kemudian, jumlah angka MD menurun menjadi -12 (dibaca min 12) persen dibandingkan tahun 2018 lalu mencapai 42 orang. dan untuk tahun 2019 ini ada 37 orang yang MD. “Jumlah Laka tahun 2019 naik meningkat 11 persen ada 276 orang, sedangkan tahun 2018 lalu ada 248 orang,” bebernya.

Didik menambahkan, terkait jumlah tilang tahun 2018 ada 168.304 kasus, dan pada tahun 2019 naik mencapai 2 persen sebanyak 171.053 kasus. Artinya, masyarakat diharap agar lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraan di jalan raya, dan keselamatan sangat penting utama bagi diri kita, mari menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.

Reporter: yti/mnf
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed