oleh

Bangunan SDN Gentong Tak Sesuai Spek, Kontraktor dan Mandor Ditetapkan Tersangka

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Pasca ambruknya SDN Gentong, Pasuruan Kota pada, Selasa (5/11) lalu sekitar pukul 08.30 WIB, pagi. Kini pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jatim akhirnya berdasarkan penyelidikan hasil uji tes laboratorium forensik (Labfor) menetapkan berinisial DM sebagai kontraktor dan mandor berinisial SE asal Kediri sebagai tersangka.

Diketahui, peristiwa ambruknya gedung bangunan SDN Gentong tetapnya berada bagian depan terdiri dari 4 kelas masing-masing yaitu, kelas II-A, kelas II-B, kelas V-A dan V-B dengan jumlah siswa tiap kelas rata-rata 30 orang dan juga menimpa guru pengajar dan murid mengalami meninggal dunia (MD) serta, jumlah sebelas siswa lain mengalami luka-luka.

“Hasil Labfor terbukti menyatakan bahwa pada pengembangan terhadap 2 tersangka kontraktor dan mandor pembangunan gedung SDN Gentong ambruk tersebut mereka tidak memiliki pendidikan formal bidang bangunan, sebab keduanya merupakan pendidikan formal tingkat SMP dan SMA. “Atas tragedi ambruknya tersebut merupakan akibat kelalaian pada bangunan yang tidak sesuai dengan ukuran spek telah ditentukan,” kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, bersama AKBP Festo Ari Permana, didampingi Staf Humas Polda Jatim Kompol Sutrisno saat menggelar Konferensi Pers, Senin (11/11/2019).

Gidion Arif menyampaikan, pada volume ukuran besi kolom seharusnya terdapat jumlah 4 biji. Namun, oleh mereka tersangka hanya di isi tiga biji, sedangkan diameter ukuran dislubkan besi kolom yang digunakan istilah banci atau ukuran volume seharusnya lebih kancil. “Pancangan beton bangunan ambruk setelah kita uji Labfor menggunakan alat Hammer atau alat pengukur untuk beton tekanan menunjukkan angka 10, dan seharusnya tekanan minimal menunjukkan angka 20, maka tidak sesuai spesifikasi,” terang Perwira tiga melati emas dipundaknya yang akan menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Jatim ini.

Dikatakan, pada bahan pasir hasil uji Labfor dinyatakan tidak sesuai dengan hasil pasir yang direncanakan. “Kalau mutu bahan pasir baik, yakni pasir di Daerah Lumajang, karena daya pekatnya tinggi. Sedangkan, Ia menggunakan bahan pasir jenis biasa. Adapun juga bahan galvalum atau rangka baja ringan untuk penyanggah reng pada genting tidak sesuai dengan spek,” sebut Gidion Arif.

Ia menambahkan, pihaknya masih mengembangkan keterkaitan dan dimungkinkan adanya dugaan korupsi pembangunan Gedung SDN Gentong untuk pelaku lain. “Iya ada, akan ditindaklanjuti oleh Tipidkor (Tindak Pidana Korupsi) Ditreskrimsus Polda Jatim. Untuk mereka akan dikenakan pasal 359 atau 360 KUHP,” pungkas Gidion Arif.

Reporter: yti/mnf
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed