oleh

Penghuni Ruko HR Muhammad Square Wadul ke Komisi C DPRD Surabaya, Ada Apa?

-Berita, Politik-248 views

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya РPerwakilan para penyewa atau penguni Rumah Toko (Ruko) komplek HR. Muhammad Square merasa keberatan terkait sistem pengelolaan tempat parkir dengan status di kelola oleh pihak swasta. Hal ini mereka akhirnya mengadu ke Wakil Rakyat untuk mengklarifikasi dengan pembahasan Hearing Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Drs. Agoeng Prasodjo, M.Si menyampaikan, tentang proses perizinan pengelolaan parkir tersebut sudah memenuhi persyaratan. Namun, hanya adanya terjadi perselisihan miskomunikasi.

“Jadi, hanya kesalahan teknis saja tadi juga sebelumnya, sudah disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengelolahan Parkir Dishub Kota Surabaya Wandi Fauzi telah mengantongi ijin pengelolaan parkir sejak 21 Oktober 2017 yang juga dikeluarkan pihak Dishub Surabaya. 

Maka itu, kami sarankan agar antara management ruko dan penyewa ruko untuk segera menyelesaikan dengan musyawarah. Bahkan juga  berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 28 tahun 2009, bahwa, parkir yang berada di atas persil sendiri tarifnya 20 persen dan sedang yang berada di tempat Mall 40 persen,” terang Agoeng selalu Politisi Fraksi (Golkar) saat ditemui diruang Komisi C DPRD Kota Surabaya, Senin (28/10).

Namun, Joeharta Kalalo selaku salah satu penghuni warga Ruko HR. Muhammad Square menyebut, pihaknya menyoalkan terkait beberapa pelanggaran yang terjadi dilakukan oleh pihak pengelola ruko tersebut. Pasalnya, dengan berdasarkan sesuai yang tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) No. 3 tahun 2018. “Kami sampaikan jelas disitu ada suatu pelanggaran yang dilanggar oleh pihak pengelola tentang pengelolaan parkir di HR Muhammad Square ini,” cetus Joe saat diwawancarai awak media.

Selanjutnya, kata Joe pihaknya pun merasa keberatan terkait tarif yang diberlakukan pihak manajemen pengelola parkir. Karena, setiap pengunjung dikenakan tarif normal, meski hanya dalam waktu singkat. 

“Mereka pengunjung kan, kasihan jika, misalkan kalau ada yang cuma mengantar barang, kemudian penarikan tarif harga normal yang nominal parkir per roda dua (R2) Rp. 3000,- dan per roda empat (R4) Rp. 5000,- sekali masuk parkir, sedangkan untuk tarif parkir berlangganan per bulannya Rp. 85 ribu, coba bayangkan. Sehingga kami berharap, agar direncanakan yang matang, kan disitu sudah jelas pada Perda yang secara otomatis parkir lebih tertata,” tuturnya.

Sementara, pihak pengelola parkir HR Muhammad Square, Titus mengatakan Ia sudah adanya target dari pada ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya yang meminta tarikan setoran tiap bulannya sebesar Rp. 5 juta, sehingga pihaknya memberlakukan mesin parkir yang bukan lagi secara manual. 

“Kami gunakan mesin parkir, karena dengan menggunakan mesin parkir tersebut banyak terjadi kebocoran dan target di minta pihak Dishub Kota Surabaya telah tidak terpenuhi,” ujar Titus.

Untuk itu, sambungnya sekitar bulan pada Agustus lalu kita sudah lakukan sosialisasi kepada warga penghuni. 

“Kami berlakukan tarif parkir juga lebih murah dengan dibandingkan parkir yang berada di tepi pinggir jalan. Secara, lanjut Titus tarif berlangganan parkir per-harinya hanya Rp.1.280,- dan total per-bulannya Rp 45 ribu itu untuk R2 motor, nah sedangkan tarif parkir R4 mobil per-harinya Rp. 2.600,- untuk per-bulannya Rp 80 ribu, kan termasuk murah,” imbuhnya.

Reporter: yti/07
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed