oleh

Digelar Serentak, Ops Zebra Semeru 2019 Ingat Tanggalnya

-Berita-550 views

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Pelaksanaan serentak Ops Zebra Semeru 2019, Kepolisian Direktorat Satuan Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur, bersama seluruh Polres jajaran digelar selama 14 hari, mulai tanggal 23 Oktober, sampai dengan 05 November 2019, maka itu masyarakat Jawa Timur diharap agar melengkapi keabsahan administrasi surat kendaraan bermotor R2 (roda dua) dan R4 (roda empat) berupa, SIM (Surat Izin Mengemudi), maupun STNKB (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) saat berkendara baik jauh atau dekat di Jalan Raya.

Dengan dilaksanakan Ops Zebra Semeru 2019 ini, untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, dan bagi pengendara yang melanggar ketentuan akan ditindak tegas sanksi tilang.

Selain itu, ada ketentuan pada 8 poin sasaran masing-masing yakni, pengendara R2 tidak menggunakan helm standart (SNI), melebihi batas kecepatan, pengendara ranmor (kendaraan bermotor) yang masih dibawah umur, pengendara ranmor R4 tidak menggunakan safety belt (sabuk keselamatan), mengemudikan ranmor dalam pengaruh alkohol, menggunakan HP (handphone, telepon genggam) pada saat mengemudikan kendaraan, melawan arus, dan keabsahan administrasi ranmor berupa surat-surat.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan, S.I.K., M.M., melalui Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim, Kompol Dwi Sumrahadi R., S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan, pada 8 sasaran Ops Zebra Semeru 2019 untuk potensi pada gangguan, ambang gangguan, gangguan nyata. Tapi, ada target operasi khusus dilaksanakan bagi kendaraan bermuatan lebih atau overload hingga kendaraan melebihi atau lambat kecepatan yang dapat terdeteksi pada alat Speed Gun.

“Seperti yang kerap kali terjadi pengguna kendaraan jalan tol, dan selanjutnya, pelanggaran kendaraan plat nomor modifikasi tidak sesuai standart termasuk target sasaran,” ujarnya, Sabtu (19/10/2019).

Kompol Dwi menjelaskan bahwa, sedikitnya perbedaan pada Ops Patuh Semeru 2019, sebelumnya repressive presentasi 60 persen, dengan dibandingkan Ops Zebra Semeru 2019 ini, repressive mencapai sekitar 80 persen. Hal tersebut, sambungnya kami sudah lakukan sosialisasi kepada kantor Instansi Provinsi, maupun Kota untuk diteruskan ke jajaran. Bahkan juga ke para komunitas motor, bahwa akan dilaksanakannya Ops Zebra Semeru 2019 mulai pukul 00.00 WIB, sampai dengan 24.00 WIB. “Kita harapkan semua lapisan masyarakat dapat mengetahui Polda Jatim, dan seluruh Polres Jajaran melaksanakan operasi, dengan maksud tujuan agar tertib administrasi ranmor, sehingga meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas aman, lancar dan selamat sampai tujuan,” kata Perwira lulusan Akpol 2003 ini.

Menurutnya, kalau jarak antara Ops Zebra Semeru 2019 ini, dengan Ops Patuh Semeru 2019 kemarin, yang menentukan time line-nya dari Korlantas Mabes Polri. “Memang ini operasi kewilayahan masing-masing, tapi dilaksanakan secara serentak di Indonesia,” jelas Kompol Dwi Sumrahadi kepada jurnalissiberindonesia.com.

Bagi kalangan pelajar lanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim untuk disarankan para murid dan santri turut tertib mengendarai kendaraan bermotor selama giat Ops Zebra Semeru 2019 berlangsung. “Bukan soal berarti sudah selesai pelaksanaan Ops Zebra Semeru 2019 tidak tertib berlalu lintas, akan tetapi kedepan untuk agar lebih tertib, dan patuh pada peraturan lalu lintas yang ada,” ungkapnya.

Masih kata Kompol Dwi, mengenai kendaraan operasional, pihaknya sudah menyiapkan kelengkapan dan pengecekan kondisi fisik. “Kami sudah siapkan semua total keseluruhan untuk R2 sebanyak 630 unit, dan R4 sebanyak 212 unit, serta kendaraan jenis pickup ada 113 unit, kendaraan mobil jenis derek ada sebanyak 42 unit, hingga kendaraan jenis ambulans sebanyak 15 unit.

Reporter: yti/07
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed