oleh

Kabupaten Bojonegoro Gelar Lomba Sapi Betina Produktif Dan Gelar Panen Pedet 2019″

Bojonegoro, Untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada masyarakat dalam rangka peningkatan populasi dan peningkatan perekonomian masyarakat, pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar lomba sapi peoduktif.
Kegiatan tersebut mendapat antusias masyarakat, kali ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan Dan Perikanan menggelar kegiatan “lomba sapi betina produktif dan gelar panen pedet 2019″mulai tanggal 15 s/d 16 Oktober 2019 di Gor Dolokgede, Tambakrejo.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Muawanah , Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Direktur Pembibitan Dan Produksi Ternak Ir. Sugiono, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, Forkopimda Kab. Bojonegoro, Pimpinan EMCL, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Kepala Bank Jatim Bojonegoro, Kepala Bank BNI Jatim Bojonegoro, Kepala OPD Kab Bojonegoro, Forkopimcam Kec. Tambakrejo, Camat se-kabupaten Bojonegoro, Kepala Desa Dolog Gede, Kepala Desa se-kecamatan Tambakrejo, dan seluruh peternak sapi yang hadir.

Sementara itu Ibu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya menegaskan bahwa Bojonegoro ke depan ditargetkan harus menempati urutan kedua besar se-Jawa Timur, berdasarkan data di kementrian pusat tahun 2010 populasi ternak di Kab. Bojonegoro menempati peringkat kedua dan di tahun 2018 populasinya menurun di peringkat ke delapan, ” Bojonegoro ke depan harus mampu kembali menaikkan populasinya di peringkat satu atau dua untuk itu mantri ternak maupun dokter hewan harus bisa berinisiasi agar bisa terwujud.” ungkap Bupati Anna

Masih menurut Bupati ,untuk memaksimalkan produksi ternak sapi, hal utama yang harus di perhatikan adalah produktifitas sapi betina yang paling utama, karena sapi betina lah yang nantinya akan melahirkan banyak anak sapi/pedet, dan supaya sapi-sapi betina bisa lebih produktif, sapi betina prodiktif tidak boleh dipotong, selain memaksimalkan sapi betina produktif, inseminasi buatan juga harus yang berkualitas, agar mortalitasnya menurun. Ini merupakan tugas dari Dinas Peternakan Dan Perikanan untuk melakukan koordinasi dan langkah-langkah yang bagus dengan kementrian pusat. Selanjutnya terkait penanganan, untuk anak sapi/pedet yang baru lahir agarlah segera mendapatkan ASI dari induknya. Faktor makanan waktu sang induk masih bunting mesti mendapatkan asupan makanan yang kasar/kaya serat.
“Bojonegoro merupakan lumbung pangan, jadi jerami yang didapat waktu musim baiknya juga disimpan sebagai cadangan untuk musim kemarau agar sapi tidak kekurangan gizi, “ungkapnya.(red/hms)

News Feed