oleh

13 Hari Ops Sikat Semeru 2019 Ditreskrimum Polda Jatim Ringkus 17 Tersangka, 4 Pelaku DPO

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Tindak kejahatan jalanan 3C masing-masing pencurian disertai pemberatan (Curat), pencurian disertai kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur telah mengungkap gelar operasi sikat semeru 2019. Dalam pengungkapan kasus tersebut yang dilaksanakan selama 13 hari pada 16 September sampai dengan 28 September 2019 yang juga dilaksanakan ke seluruh Polres Jajaran Polda Jatim.

“Pelaksanaan operasi sikat semeru 2019 ini kita mengimbau agar masyarakat harap lebih waspada dalam mengawasi kendaraan bermotor. “Jadi, jangan sampai menempatkan parkir di sembarangan,kenapa hal ini adalah sasaran bagi para pelaku untuk mengincar kelengahan para pemilik,” terang Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, melalui Kasubdit III Jatanras AKBP Leonard M Sinambela dan didampingi Kanit V Subdit III Jatanras, AKP Aldy Sulaiman, bersama Humas Polda Jatim Kompol Sutrisno,” Kamis (3/10/2019).

Dikatakan, selama operasi sikat semeru pihaknya mengungkap sebanyak 17 kasus dan dapat diamankan 17 tersangka. “Adapun kejahatan mendominan paling banyak yaitu, curat 8 kasus, curanmor dan penadahan serta pemalsuan data kendaraan bermotor ada 6 kasus, curas 1 kasus, modus gendam 1 kasus, hingga kekerasan meninggal dunia atau pembunuhan 1 kasus,” ujar AKBP Leonard saat memberikan keterangan Konferensi Pers.

Dia mengungkapkan bahwa, pada kasus ini, dari sekian banyak kasus yang cukup menonjol adalah, curanmor, dan pemalsuan data kendaraan sebanyak 11 barang bukti (BB) roda empat (R4). “Dengan kasus kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia atau pembunuhan di Pasuruan hingga kasus gendam cukup banyak terjadi,” jelas AKBP Leonard Sinambela kepada jurnalissiberindonesia.com.

Disampaikan, dalam setiap kasus ini ada yang tuntas dalam perkara, dan target buronan atau DPO anggota Jatanras Polda Jatim berhasil menangkap pelaku curat berada di daerah Banyuwangi. Tapi, ada juga kasus yang sudah tertangkap namun, belum lengkap yakni, kasus pembunuhan di daerah Pasuruan berhasil meringkus 3 orang tersangka, sedangkan 4 orang pelaku lain masih DPO,” imbuhnya.

Selanjutnya, sebanyak 17 perkara, telah mengungkap di beberapa wilayah kejadian TKP masing-masing, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Trenggalek, Lamongan, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. “Untuk TKP menonjol kerap kali curanmor berada di wilayah Lumajang, Jember, Banyuwangi,” tandasnya.

Reporter: Haryati/07
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed