oleh

Polda Jatim Gelar Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Tanpa Dipungut Biaya

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Ratusan barang bukti R2 (Roda Dua) dan R4 (Roda Empat) berbagai merek digelar pada lapangan Mapolda Jawa Timur. Hal tersebut merupakan kegiatan Ditreskrimum Polda Jatim dalam Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti Hasil Kejahatan Polda Jawa Timur tahun 2019, yang dilaksanakan selama 3 hari, hingga ditutup, hari Minggu (29/9), terakhir lusa.

Tampak Kapolda dan Wakapolda Jawa Timur, Dirreskrimum, beserta Kasubdit III Jatanras Polda Jawa Timur, hingga dihadiri seluruh pejabat utama (PJU) Polda dan Forkopimda Jatim mengikuti kegiatan ini.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan ucapan terima kasih kepada Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, bersama Panitia Ditreskrimum Polda Jatim telah berinisiasi dalam pelaksanaan gebyar Expo pengembalian barang bukti serta ini baru pertama kali di Jawa Timur atau se-Indonesia. “Kalau pengembalian barang bukti secara umum mungkin dilakukan setiap minggu, atau setiap saat di Polda Jatim, maupun di Polres jajaran tersebut hal biasa, tapi kalau di gelar secara terbuka seperti pameran ini baru pertama kali,” ujarnya, Selasa (24/9/2019), pagi tadi.

Kegiatan ini, lanjut Kapolda merupakan usulan para Perwira karena, dengan banyaknya barang bukti yang didapatkan, bahkan juga banyaknya informasi masyarakat melalui via telepon yang seiring kali melayani pengembalian barang bukti, maka pihaknya membuka secara transparan, dari itu dikumpulkan barang bukti semua. Selanjutnya, jumlah total seluruh barang bukti dikumpulkan dari 9 Polres Jajaran, dan Satuan Kerja (Satker) Ditreskrimum Polda Jatim masing-masing adalah, Ditreskrimum Polda Jatim sendiri ada 14, Polrestabes Surabaya ada 25, Polresta Sidoarjo 14, Polres Pelabuhan Tanjung Perak 35, Polresta Mojokerto 25, Polres Pasuruan ada 11, Polres Gresik 20, Polresta Pasuruan 11, Polres Mojokerto ada 4 kesemuanya R4 (roda empat),” terang Irjen Pol Luki kepada jurnalissiberindonesia.com.

Disampaikan, untuk barang bukti total keseluruhan ada 160 R4, sedangkan barang bukti lain ada 668 R2. “Jadi total keseluruhan ada 828 barang bukti,” ungkap Irjen Pol Luki.

Dia mengatakan, beberapa hari ini pihaknya sudah menyampaikan informasi dan sungguh luar biasa, sebelumnya baru di rencanakan, sudah banyak menghubungi melalui via telepon, bahkan sudah mengirimkan melalui faksimal ataupun via WhatsApp ke panitia, serta data yang sudah disebarkan, ada pemilik kendaraan yang hilang, hingga ada kendaraan yang sudah ditempel, bahwa ini benar-benar punya pemilik.

Namun, sambung Irjen Pol Luki belum dapat memastikan, sehingga untuk menyarankan datang ke Mapolda Jatim melihat langsung berikut membawa dan sekaligus melengkapi dokumen bukti pemilik kendaraannya tersebut,” jelasnya.

Dikatakan Irjen Pol Luki bahwa akan memberikan suatu pelayanan kepada publik terkait dengan maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hasil kejahatan. Di tahun 2018 ada sebanyak 1.347 kasus, dan untuk tahun 2019 ini ada 1.929 kasus. “Nah ini cukup ada peningkatan kasus intuk pengungkapan di tahun 2018, lalu ada 473 kasus, dan 596 kasus di tahun 2019 ini, ada peningkatan kasus tersebut 26 persen,” bebernya.

Dengan adanya peningkatan kejadian, lanjutnya ini di imbangi dengan pengungkapan yang mana pihaknya memberikan reward ke sejumlah 15 anggota yang telah berhasil mengungkap jaringan pelaku curanmor. “Kami sampaikan semuanya, sehingga masyarakat bisa mengetahui, dan terutama bagi masyarakat yang menjadi korban,” kata Irjen Pol Luki.

Selain itu pesannya, bagi pemilik kendaraan yang menjadi korban curanmor bisa mengambilnya secara gratis tanpa dipungut biaya. Kemudian, bagi pemilik kendaraan akan disampaikan secara transparan di hari terakhir tersebut. “Jadi barang bukti disini banyak sekali hasil kejahatan curanmor, dan hasil razia yang tidak memiliki surat kelengkapan kendaraan semuanya terkumpul disini,” imbuhnya.

Irjen Pol Luki menambahkan, akan memberikan layanan pengambilan barang bukti melalui aplikasi E-Barkuk (Elektronik Barang Bukti). “Kita sudah ada sekitar 6.300 barang bukti yang dimasukkan pada aplikasi tersebut, dan 3.100 sisanya sudah diketahui oleh pemilik kendaraan nantinya tetap ditelusuri,” tukasnya.

Reporter: yti/07
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed