oleh

Jaring Aspirasi Warga, Desa Plesungan Kapas Adakan Diskusi Publik Menyosong Kepimpinan 6 Tahun Kedepan

Bojonegoro, Bertempat disalah satu rumah makan di kawasan Plesungan, Muspika ,Tokoh masyarakat, tokoh Agama, Pemuda dan semua perangkat desa dan para RT serta tamu undangan mengadiri acara diskusi pulblik yang diprakarsai oleh BPD desa Plesungan Kecamatan Kapas Bojonegoro Senin (23/9).

Dalam acara tersebut diharapakan ada masukan ,kritik serta saran kepada kepala sekarang maupun kepala Desa tahun mendatang.

Menurut ketua BDP Mahfud Muharam mengatakan dari hasil diskusi ini nantinya akan dimasukan dalam
RPJMDES mendatang dan Sesuai tupoksi BPD akan
yang Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Kepala Desa Plesungan H.Moch.Choiri dalam sambutanya mengatakan kegiatan ini diharapkan ada masukan serta saran dari warga yang nantinya akan menjadi acuan bagi kepala desa kedepan untuk pembangunan Plesungan ” Dari kegiatan malam ini diharapkan akan muncul usulan yang bisa dijadiakan masukan yang nantinya akan ditampung di RPJMDES ” ungkap H.Choiri.

Ditengah acara kepala desa plesungan yang sudah dua kali menjabat ini juga mohon maaf bila dalam kepemimpnanya selama ini dirasa masih ada kekurangan, dirinya berharap pimpinan kedapan nantinya akan lebih memperhatikan kepentingan masyarakat demi untuk kemajuan desa Plesungan.
Untuk diketahui jabatan kepala desa Plesungan akan berakhir 6 bulan lagi, selama masa tersebut pemerintahan desa plesungan akan menjaring aspirasi warga untuk dijadikan acuan Visi dan Misi Desa.

Acara lebih berbobot saat para tokoh masyarakat dan pemuda desa tersebut menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintahan desa dan kepala desa.
Tak jarang dari benerapa warga ini memberikan masukan dan kritikan terkait pemerintahan desa, salah satunya mengeritik tentang kemudahan dalam mengurus surat di kantor desa”Saya berharap kedepan untuk warga yang mengurus surat harus lebih dipermudah”ungkap Supeno salah satu ketua Rt ini.
Dari acara ini warga berharap kegiatan jagong bareng ini bukan hanya dilaksankan sekali ini saja, tapi bisa dilaksanakan dalam setahun sekali untuk menjaring aspirasi warga.
Acara diakhiri dengan ramah tamah dan do’a yang dipimping oleh Kyai Setempat (tri/red).

News Feed