oleh

Dishub Surabaya Ajukan Anggaran Peremajaan, Ini Keluhan Sopir Angkot

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Keadaan fisik sejumlah angkutan kota atau angkot di parkiran terminal Joyoboyo kondisinya secara merata sangat memprihatikan. Secara masih terdapat jumlah angkot fisik tidak terawat mengalami kerusakan dengan di khawatirkan saat menarik penumpang di jalan akan mengakibatkan timbul angka kecelakaan.

Selain itu, faktor angkot tampak bodi cat banyak yang terkelupas dan bangku tempat duduk spon jok bangku banyak yang rusak, hingga fisik mesin mengalami penurunan dalam perawatan servis tak layak jalan. Maka, perlunya peremajaan angkot yang tak layak oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya agar angkot tidak menimbulkan kerusakan yang fatal.

Sementara, Juwahir seorang pengemudi sopir angkot Lyn G mengatakan, kalau mengenai peremajaan angkot sekiranya pihak Dishub Surabaya agar dapat membantu dalam penghidupan trayek angkot tersebut, serta untuk biaya Uji KIR sendiri nominalnya Rp 200 ribu. “Sekarang begini pengurusan Uji KIR kami sering kali dipersulit, contohnya fungsi rem tidak fungsi sedikit, namun pihak petugas Dishub yang mengecek di komputer menyampaikan rem harus difungsikan normal, lah ini angkot Lyn kan tak baru saat sedia kala, jadi maksimal harus memahami keadaan,” ujarnya.

Dia menyebut bahwa, belum lagi pengurusan Uji KIR dipersulit dan pada akhirnya rata-rata para sopir angkot mengurusnya ke makelar (Calo) yang ada orang dalam. “Kalau saya mengurusi Uji KIR saja, otomatis bisa terbengkalai waktu, lalu anak istri keluarga makan apa, kalau tidak menafkahi dengan berpenghasilan dari sopir angkot ini, apalagi biaya hidup sekarang mahal,” terang Juwahir saat dijumpai di parkiran samping terminal Joyoboyo Surabaya.

Maka Juwahir berharap, kalau mengenai adanya sistem peremajaan dan sopir angkot diberi fasilitas penghasilan setiap perbulan, pihaknya sangat menyetujui dan itupun adanya survei dulu dilihat dari segi kalau penumpang meningkat atau tidaknya. “Kalaupun itu bisa semua sopir angkot diberikan penghasilan tiap bulan, maka harus semuanya. Tapi semisal, kalau sopir cuma diberikan satu dan dua atau sebagian orang saja ya percuma, kami niat bekerja menafkahi keluarga kok, jadi kiranya tidak masalah,” cetus Juwahir.

Kepala Dinas (Kadis) Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menyampaikan, dalam teknis peremajaan pada angkot tersebut pastinya tetap dilakukan. Sebab, ini merupakan program yang mana harus segera di kerjakan. Namun, hanya saja mengenai realisasi tidak bisa dilakukan pada tahun ini.

“Kami masih memasuki tahapan dalam pengajuan anggaran dan juga tidak hanya meremajakan angkot saja, tetapi mengubah pada sistem pengoperasian angkot,” katanya, Senin (9/9/2019).

Disampaikan, pihaknya akan merencanakan pada sistem angkot ini menyamakan dengan Suroboyo Bus yang telah sudah beroperasi. Dengan perencanaan tersebut pengemudi bisa mendapat penghasilan menetap tiap bulannya. “Jadi, semua itu kami sebelumnya sudah menyiapkan dan sudah mempresentasikan ke DPRD Kora Surabaya dan Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya. Selain itu, kami memprediksi pada tahun depan baru bisa dioperasikan,” terang Irvan Wahyudrajat.

Mengenai jumlah pada angkot ini, Irvan mengatakan terdapat lebih dari 4 ribu angkot di Kota Surabaya. “Jumlahnya lebih 4 ribu angkot, serta secara detail untuk berapa banyak jumlah kelayakan kendaraan atau tidak layak kami belum tahu, sampai saat ini masih dilakukan pada pendapatan angkutan umum,” tuturnya.

Reporter : yti/07
Design/Editor : Wijianto, SM

News Feed