oleh

Fraksi Golkar Sambut Tangan Terbuka PDIP Atas Tawaran Bergabung Koalisi

-Berita, Politik-116 views

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Penawaran dalam berkoalisi dari fraksi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), maka fraksi partai Golongan Karya (Golkar) menyambut dengan baik. Partai berlambang Pohon Beringin tersebut menyatakan sikap untuk bergabung koalisi yang sudah terbentuk masing-masing partai antara lain, partai PDI Perjuangan, partai Golkar, dan partai PKB.

Ketua fraksi partai Golkar, DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menyampaikan bahwa, kepemimpinan yang menahkodai koalisi di Dewan Kota Surabaya, adalah dari rekan partai PDI Perjuangan. Selama ini memang sejak awal partai Golkar berharap bangunan koalisi pendukung ditingkat nasional bisa meneruskan masing-masing Daerah, khususnya di Surabaya, maka ketika ada tawaran untuk bergabung, partai Golkar menyambutnya dengan tangan terbuka,” ujar Arif Fathoni.

Tentunya, Ia berharap partai lain mempunyai pandangan yang sama, sehingga komposisi alat kelengkapan dewan berlangsung cepat, dan tidak berlarut-larut, serta tetap semangat gotong royong. “Ini bukan kewenangan eksekutorial, tetap DPRD Surabaya sifatnya kolektif kolegial, hak anggota sama dengan unsur pimpinan apapun dalam konteks kebijakan publik,” tutur Arif Fathoni saat ditemui diruangan Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Adapun mengenai partai lain menjadi satu dalam koalisi Arif Fathoni menyebutkan bahwa, hal ini merupakan sebuah dinamika biasa, bahkan pihaknya yakin bangunan koalisi tidak goyah sampai hari ini. Selanjutnya, kalau kemudian memang terjadi perbedaan pendapat terkait isu tertentu wajar. Karena, bagaimana pun hubungan parpol (partai politik) koalisi dari Presiden Jokowi bukan hubungan yang bersifat centralistik demokratik. Namun, tentunya masih menghargai otonomi masing-masing partai dalam menyikapi, dan sepanjang tidak bertentangan dengan Ediologi Negara. “Kami yakin di Surabaya pada akhirnya nanti akan bergabung bangunan koalisi yang di inisiasi rekan partai PDIP, ini hanya soal waktu saja,” katanya.

Kemudian, Arif Fathoni menyampaikan terkait isu masa pencalonan Ketua DPRD Kota Surabaya definitif sebenarnya ini bukan soal nyaman dan tidak nyaman, dan bagaimana pun jabatan sebagai Ketua DPRD sudah diatur oleh Undang-Undang, siapapun partai pemenang pemilu masing-masing tingkatan, maka berhak mendapatkan Ketua DPRD, jika soal siapa yang menjabat merupakan mekanisme partai lain.

“Kami sampaikan tidak elok mengkomentari mana yang lebih nyaman, bahkan sebagai partai Golkar pemenang nomor 5 tersebut tetap menghormati apapun mekanisme yang diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP yang menugaskan siapapun,” imbuhnya.

Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024, Baktiono dari partai PDI Perjuangan saat ditemui diruangan komisi B menambahkan, menyikapi dalam koalisi tersebut, maka semua partai itu harus bekerja demi kepentingan rakyat,” tukasnya. (yti/wj/fz)

News Feed