oleh

Beri Penghargaan Anggota Polsek Wonokromo, Kapolri Tito: Kejar dan Tangkap Jaringan Teroris

-Berita, Politik-152 views

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Suasana keluarga korban anggota polisi Polsek Wonokromo Surabaya, Aiptu Agus Sumarsono tampak riang gembira saat dikunjungi dan sekaligus di besuk oleh orang nomor satu pimpinan Kepolisian republik Indonesia (Kapolri).

Kapolri Jendral Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D bersama Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol M. Iqbal, didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan berserta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hingga seluruh pejabat utama (PJU) Polda, dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jatim antusias berkunjung membesuk korban Aiptu Agus Sumarsono. Selain itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga memberikan penghargaan atas kenaikan pangkat menjadi Ipda Agus Sumarsono.

Agus Sumarsono merupakan anggota polisi saat sedang menjaga di sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo Surabaya sekaligus korban pembacokan oleh pelaku terduga teroris, Imam Mustafa (30), asal Sumenep, Madura dan indekost di Jalan Sidosermo IV Surabaya yang kini ditetapkan tersangka.

Pihaknya lakukan kunjungan dan membesuk ke Rs Bhayangkara Polda Jawa Timur seorang seorang anggota polisi (Aiptu Agus Sumarsono), dan juga menaikan pangkat Ipda sebagai perwira sangat luar biasa atas pelaku teroris (17/8), sore lalu saat itu tersangka berpura-pura melapor, kemudian dilakukan penyerangan dengan senjata tajam (sajam) mengenai bagian kepala dan lengan tangan.

“Alhamdulillah, kami usai membesuk di ruang kondisi sudah membaik dan dengan dalam keadaan sadar penuh, serta masih ada luka bacok sudah dilakukan perawatan intensif operasi,” terang Jendral Polisi Tito Karnavian saat diwawancarai wartawan, Senin (19/8/2019).

Kapolri Tito menyampaikan, pihaknya memberikan penghargaan kepada anggota selanjutnya, juga memberikan atensi kepada keluarga agar tetap tabah. Karena ini merupakan tugas bhayangkara negara. Salah satu lanjutnya yang kita hadapi, adalah ancaman bahaya terorisme. Pelaku sendiri sudah tertangkap seketika itu juga, dengan di bantu anggota lain hingga saat ini tersangka sudah kita tahan. “Kami tetap terus kembangkan, bahkan sudah perintahkan anggota Densus 88 dan Polda Jawa Timur untuk bergabung mengembangkan sampai ke jaringan terorisme,” ujarnya.

Sementara, hasil identifikasi tersangka yang bersangkutan tergabung kelompok jaringan terorisme. Untuk itu, sambungnya pihaknya menegaskan agar seluruh anggota memberikan tindak tegas. “Kami beri efek jera semua terhadap pelaku dan jaringan terorisme agar kejar dan tangkap,” tegasnya.

Reporter : Haryati
Editor : Wijianto, SM

News Feed