oleh

Tipu Puluhan Juta Melalui WhatsApp, Dua Pelaku Ngaku Polisi Diringkus

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Aksi penipuan online melalui WhatsApp yang mengatasnamakan dari pejabat Kepolisian Polda Jawa Timur, Subdit V Cyber Crime Unit III Ditreskrimsus Polda Jatim meringkus 2 (dua) orang pelaku kini sudah mendekam di penjara selama-lamanya untuk menanggung akibatnya.

Mereka tersangka masing-masing berinisial diantaranya, SAA (41), asal Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, serta HI (28), asal Cibungur, Bungursari, Purwakarta. Dalam aksi nekatnya tersangka menipu korban dengan mencatutkan dan mengaku sebagai Perwira Polisi Wadirreskrimsus Polda Jatim. Selain itu juga pelaku lain mengaku sebagai anggota Polisi sebagai anak buahnya.

“Berawal pada akhir bulan Mei 2019, lalu atas laporan korban merasa di tipu secara online melalui via Chat WhatsApp bahwa 2 (dua) tersangka mengaku sebagai anggota Polisi berpangkat Kompol, dan pelaku lainnya, berinisial HI mengaku sebagai Wadir Reskrimsus Polda Jatim (AKBP Arman Asmara Syarifuddin). “Korban berasal dari Gresik yang merupakan seorang pengusaha tembaga,” terang AKP Harianto Rantesalu selaku Kanit III Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, beserta didampingi Staf Humas Polda Jatim, Kompol Sutrisno dalam keterangan konferensi pers di balai wartawan, Kamis (15/8/2019).

AKP Harianto menjelaskan, mereka tersangka sebelumnya menawarkan barang berupa tembaga yang didapatnya hasil lelang seharga Rp 50 ribu per/kilogramnya dengan jumlah barang itu ada sekitar 5 ton, 7 kwintal yang totalnya mencapai sebesar Rp. 285 Juta. Kemudian, dugaan korban dengan mudah percaya untuk dilakukan kesepakatan. Hingga tersangka HI mengetahui bahwa jika korban menyepakati untuk menyuruh transfer ke nomor rekening yang sudah tercantum dengan sejumlah Rp. 47 Juta. “Saat itu korban mentransfer 2 kali pada mesin ATM total Rp 25 Juta,” katanya Mantan Kapolsek Bubutan Surabaya.

Dia menambahkan bahwa,
upaya aksi penipuan mereka tersangka agar tak diketahui maka, inisiatif memberi janji barang tembaga itu rencana akan segera dikirim, namun oleh tersangka tak kunjung dikirimkan, hingga akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke Mapolda Jatim. “Usai mendapat hasil transfer uang dari korban seketika ponsel tersangka pada WhatsAppnya di non aktifkan,” kata Harianto.

Menurutnya, modus tersangka yaitu komunikasi bersama korban yang mengaku sebagai anggota Polisi. Serta mereka juga menghubungi para pengusaha yang ada di beberapa wilayah Polda Jatim, dan Polda DIY Jogyakarta, serta Polda Papua, dengan mendapat nomor handphone Babinkamtibmas yang didapat dari Google. “Kita sita barang bukti tersangka masing-masing diantaranya, 4 unit ponsel dengan beberapa merk lain, Samsung S7 Edge dan Samsung jenis lipat, Samsung Duos dan Merk Blueberry, selembar kartu ATM BCA, serta selembar kartu ATM BRI Britama, 12 buah sim card, hingga uang tunai Rp. 1 juta,” paparnya.

Harianto menyebut bahwa, hasil penipuan tersebut pengakuan tersangka untuk dipergunakan mencukupi kebutuhan. “Kami tetap lakukan upaya pengembangan, yang kemungkinan apakah masih ada korban lainnya,” tandasnya.

Reporter: Haryati
Design/Editor: Wijianto, SM

News Feed