oleh

Penampungan Lumpur Proyek Gedung PT. Sinar Suri Jebol, Seorang Pekerja Hilang

jurnalissiberindonesia.com,, Surabaya – Pada tanggul penampungan lumpur proyek milik perusahaan PT Sinar Suri di Sukomanunggal di kabarkan jebol. Akibat insiden kejadian tersebut, dari pekerja dilaporkan tertimpa dan tertimbun lumpur.

Hasil informasi yang didapat jurnalissiberindonesia.com bahwa, korban tertimbun bernama Imam Syafii (37), warga asal Madura dan tinggal bersama istri beserta 2 (dua) anak di Jalan Tambak Mayor, Surabaya merupakan salah satu seorang pekerja dari PT SS Utama Ardiles. Bahkan, sedangkan tanggul lumpur yang jebol itu difungsikan sebagai tempat penampungan lumpur hasil penyedotan pengeboran pancang tiang tersebut. 

“Benar adanya insiden kejadian itu hingga korban yang tertimbun lumpur masih belum ditemukan dan telah dilakukan proses pencarian.

“Kita upaya proses pencarian, dan masih belum ditemukan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Surabaya, Eddy Christijanto saat dikonfirmasi, Minggu (11/9/2019).

Dia menjelaskan, dengan jebol tanggul itu peristiwanya terjadi pada sekitar pukul 12.15 WIB. Yang saat itu korban hendak pulang kerja. Namun, nahas tiba-tiba tembok penahan tanggul jebol dan hingga luberan lumpur menimbunnya.

“Menurut dari keterangan saksi atau rekan kerja bahwa, sekira pukul 12.15 WIB sewaktu korban istirahat hingga hendak pulang kerja bermaksud untuk cuci tangan di dekat tembok pembatas antara PT Ardiles dengan PT Sinar Suri,” beber Eddy Christijanto.

Terpisah, Kompol Muljono, Kapolsek Sukomanunggal Surabaya menyampaikan, lumpur tersebut meluap dari penampungan sementara pembangunan gedung yang jebol. Dari luapan lumpur itu kemudian, merusak pagar belakang milik PT SS Utama di Jalan Tanjungsari.

“Sementara dari pekerja kontraktor sedang melakukan pengeboran dengan kedalaman kurang lebih 30 meter untuk melakukan pemancangan pembangunan gedung tersebut,” jelasnya.

Namun, sambungnya baru satu minggu dimasukkan, lumpur pondasi yang ada di samping kiri setinggi 3 meter dengan diameter 60-90 cm itu jebol sekitar 50 meter. Lumpur tersebut keluar dan kemudian salah satu karyawan pabrik sepatu yang sedang istirahat terkena dampaknya.

“Akhirnya lumpur yang ada di penampungan keluar dan menimpa korban. Korban terendam lumpur,” terang Kompol Mulyono.

Dia menyebut bahwa, korban luapan sebetulnya ada 3 (tiga) orang. Namun, 2 (dua) orang lainnya berhasil menyelamatkan diri. Sementara, 1 (satu) pekerja yang tengah beristirahat tidak sempat melarikan diri dan akhirnya tertimbun.

“Korban ada 3 (tiga), yang 2 (dua) bisa menyelamatkan diri, yang satunya tidak sempat melarikan diri,” ujar Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Mulyono.

Dia mengatakan hal tersebut dilarang, bahwa penimbunan tersebut dilakukan untuk mengirit bahan pengurukan.

“Tujuannya, itu untuk mengirit bahan bangunan pengurukan yang tanahnya dari nol jalan kedalamannya 3 meter. Dengan cara tanah depannya digunakan untuk membuat tandon air. Sehingga dengan penyedotan, lumpur ditaruh penampungan, rencana dibuat bangunan dengan kedalaman 3 (tiga) meter,” ulasnya.

Sementara, tim Inafis Polrestabes Surabaya dan petugas Polsek Sukomanunggal Surabaya telah mengevakuasi 1 (satu) korban yang masih tertimbun lumpur.

“Masih dalam evakuasi korban dulu. Dan nantinya dari pemilik pabrik atau pihak proyek akan kita selidiki penyebabnya,” tandasnya. (yti/wj/fz)

News Feed