oleh

Edarkan Sabu, Emak-emak Diringkus Polisi

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – EAA (35), emak-emak warga Jalan Balongsari Tama Selatan Surabaya diringkus Unit Reskrim Polsek Tandes Surabaya lantaran kedapatan menyimpan narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu.

Dia tak bisa berkutik ketika petugas menggeledah rumahnya dan menemukan 2,36 sabu. Akhirnya, pelaku bersama barang bukti digelandang ke Mapolsek Tandes untuk menjalani proses hukumnya.

Adapun barang bukti yang disita tersebut antara lain, 1 poket sabu seberat 0,35 gram, 1 pecahan pipet kaca terdapat sisa pakai sabu 2, 01 gram, 1 unit timbangan digital kecil warna putih, seperangkat alat hisap lengkap skrop sedotan berikut korek api gas, selembar kartu ATM BCA, serta 1 unit ponsel sebagai sarana transaksi.

Kapolsek Tandes Surabaya Kompol Kusminto melalui Kanit Reskrim Ipda Gogot Purwanto menjelaskan pelaku dapat di tangkap, karena sebelumnya pihaknya mendapat info jika rumah pelaku sering dijadikan tempat transaksi jual beli barang haram jenis sabu, Rabu (10/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan informasi tersebut sambungnya, unit reskrim langsung melakukan penyelidikan dengan menggeledah rumah pelaku.

“Saat penggeledahan itulah petugas menemukan barang bukti sabu siap edar,” kata Ipda Gogot Purwanto, Minggu (14/7).

Di hadapan penyidik, lanjut Gogot, tersangka mengaku jika serbuk haram tersebut miliknya. Sabu diakuinya disuplai oleh seorang bandar yang merupakan jaringan dalam Lapas Porong Sidoarjo dengan diperoleh sistem ranjau.

“Menurut pengakuan pelaku, sabu didapatnya dari jaringan Lapas Porong Sidoarjo. Namun, kami tidak serta merta percaya begitu saja keterangannya. Kami masih lakukan upaya pengembangan dalam kasus ini, bahkan kemungkinan ini pelaku lama,” ungkapnya.

Selain itu, Gogot menambahkan berdasarkan uji pemeriksaan laboratorium Poliklinik Rajawali, tersangka terbukti positif mengandung metamfetamin atau sabu.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 114, dan pasal 112 ayat (1), junto pasal 132 UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (yti/wj)

News Feed