oleh

Sinergi PEPC dan Polsek Gayam, Bojonegoro Kawal Pengangkutan Peralatan Proyek JTB


Bojonegoro . (10/07/2019) Kegiatan Proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) mengalami peningkatan. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan prioritas ini sedang melakukan persiapan pengeboran atau drilling.

Dalam kegiatan ini PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dibantu oleh Pertamina Drilling Services Indonesia atau PDSI yang merupakan anak perusahaan Pertamina (Persero).

Dalam pelaksanaannya, mobilisasi atau kegiatan perpindahan peralatan ini akan berlangsung dari tanggal 4 Juli 2019 dan diperkirakan akan selesai sekitar tanggal 15 Juli 2019. Mobilisasi peralatan ini menggunakan pengangkutan dengan armada truk trailer.

Truk trailer yang melintas diperkirakan sehari-harinya dapat mencapai sekitar belasan jumlahnya, berangkat dari Kabupaten Blora mulai pukul 15.00 WIB diperkirakan memasuki lokasi kerja sekitar jam 22.00 s/d 03.00 WIB. Waktu mobilisasi merupakan hasil koordinasi dengan pihak aparat setempat, yaitu Polsek Kecamatan Gayam, Bojonegoro.

Seperti yang dikatakan oleh Kapolsek Gayam, AKP Harjo bahwa Polsek Gayam siap melakukan pengawalan dan pengamanan dari Proyek Strategis Nasional ini. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak PEPC, PDSI maupun Kepala Desa dari beberapa desa yang menjadi akses dari kegiatan pengeboran Proyek JTB ini.”

Sementara itu, Manager Drilling Operation PEPC, Dhanar Eko Prasetyo menambahkan bahwa kegiatan mobilisasi peralatan yang dibutuhkan untuk pengeboran Proyek JTB ini akan melibatkan sekitar 15-20 kendaraan besar atau trailer yang melintasi desa-desa akses, seperti Sumengko, Katur, Ringintunggal, Gayam dan Mojodelik. Kendaraan besar tersebut akan mengangkut peralatan seperti crane, wheel loader dan lain sebagainya yang dibutuhkan dalam persiapan drilling Proyek JTB ini.

“Kami meminta kepada para Pengemudi diberikan safety briefing agar patuh aturan lalulintas dan berperilaku menjaga keselamatan sebelum melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mengantar peralatan pengeboran dan asesorisnya ke lokasi Proyek JTB, dan juga menghimbau kepada masyarakat sekitar jalan akses untuk tetap menomorsatukan perilaku menjaga keselamatan ketika kendaraan-kendaraan ini melintas.” Ujar Kunadi selaku JTB Site Office & PGA Manager PEPC.

“Saat ini kami juga menggunakan fasilitas akses jalan layang Lapangan Banyu Urip untuk kendaraan pengangkut peralatan dan perlengkapan pengeboran JTB agar tidak terjadi kemacetan yang berarti.” Tambah Kunadi.

Proyek JTB sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional yang diharapkan dapat on-stream pada bulan Juli tahun 2021 dengan target sales gas sebesar 192 MMSCFD. Dalam menjalankan proses bisnisnya, PEPC menerapkan standar keselamatan tinggi dan berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif pada pengembangan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro.(red)

News Feed