oleh

Diduga Cabuli 6 Murid, Oknum Kepsek Diringkus Polda Jatim

jurnalissiberindonesia.com, Surabaya – Perbuatan tindak pidana aniaya dan cabul diduga dilakukan oleh AS (40), oknum kepala sekolah (Kepsek) di salah satu sekolah swasta favorit Unesa Surabaya. Selain menjabat sebagai Kasek, pria asal warga Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo juga sebagai staff yayasan di sekolah Unesa Surabaya tersebut.

Oknum kepsek ini diduga melakukan perbuatan cabul terhadap 6 muridnya yang rata-rata usianya 15 tahun. Perkara ini hingga akhirnya ditangani Unit I Subdit IV/Renakta (Remaja, Anak dan Wanita) Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

“Kronologi awal mulanya para wali murid mengadakan pertemuan untuk membahas terkait nilai anak-anak mereka yang kian turun pada Rabu (3/4), lalu.

Saat pertemuan tersebut, salah satu wali murid yang anaknya menjadi korban perbuatan cabul oleh tersangka, berunding membahas untuk menanyakan ke anaknya.

“Setelah ditanyakan, ternyata memang benar adanya menjadi korban pencabulan. Sontak wali murid merasa geram atas perbuatan oknum kepsek tersebut,” ujar Kasubdit IV/Renakta Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana didampingi, Kanit I Kompol Sintamau, Jumat (5/7).

Dikatakan AKBP Festo, para wali murid tersebut akhirnya pada menanyakan ke anaknya, dan ada 5 anak lagi yang mengaku menjadi korban pencabulan oleh tersangka AS. Serta parahnya lagi, perbuatan cabul ini disaksikan oleh murid-murid lainnya.

“Tak terima anaknya dijadikan budak nafsu bejat tersangka ini, akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada Senin (8/4/2019),” bebernya.

Hingga laporan ini akhirnya ditindak lanjuti dengan mengumpulkan bukti-bukti, baik dari korban, dari wali murid, maupun lainnya. “Selanjutnya kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka,” tegas AKBP Festo kepada jurnalissiberindonesia.com.

Modus tersangka, sambung Perwira Dua Melati dipundaknya memukul korban dengan cara menggunakan pipa paralon. Kemudian tersangka melakukan perbuatan tak sesonoh tersebut di kala korban sedang berwudhu dan berdzikir. “Kami masih mendalami dan mengembangkan terhadap tersangka AS ini,” tegasnya.

Selain menangkap tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti masing-masing adalah, 1 lembar bukti foto copy kartu keluarga (KK) berinisial HI, ARF, APZ, MRZ, MLLK, DAN, MAN, dan ISPW.

“Akan kami jerat tersangka yang bersangkutan dengan pasal 80 dan atau pasal 82 undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tukasnya. (yti/wj).

News Feed