oleh

Dapat Ijin Gubernur, Pembangunan Sudetan Kali Gandong Segera Terwujud.

Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro yang merupakan daerah yang kondisi geografisnya rawan akan bencana, mulai dari kekeringan maupun bencana banjir jika musim penghujan mulai tiba. Maka dari itu Bupati Bojonegoro Anna Mua’wanah, seperti yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Heru Sugiharto membuat terobosan untuk membuat sodetan Kali Gondang.

Menurut Bupati perempuan pertama Bojonegoro pembuatan sodetan tersebut sangat penting karena bisa meminimalisir dampak bencana yang akan ditimbulkan. Namun hal tersebut mendapat kendala karena area yang masuk pembangunan sodetan kali gendong berada dalam kawasan perhutani,

maka dari itu perlu memiliki ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Direktorat Jendral Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.

Sesuai arahan Bupati untuk mepercepat pembangunan sodetan kali Gondang maka hari ini Selasa (18/6) diadakan rapat pembahasan trayek batas dan persiapan pelaksanaan penataan batas areal izin pinjam pakai kawasan hutan untuk kegiatan pembangunan sudetan kali Gendong.

Acara yang diselenggarakan di gedung BKPH Wilayah XI Yogyakarta ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kabupaten Bojonegoro Setyo Yuliono, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Bojonegoro Edy Susanto, Kepala PHW I Bojonegoro Perum Perhutani Divisi Regional Jatim, Administratur KPH Bojonegoro, Camat Temayang Heri.

Rapat tersebut menyepakati bahwa Bupati Bojonegoro Anna Mua’wanah mendapatkan izin pinjam pakai kawasan Hutan.Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor: 188/64/KTSP/d13/2019 tentang izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan sudetan kali gandong di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur.


Pelaksanaan penataan batas areal ippkh mengacu pada peraturan menteri kehutanan nomor: P. 43/Menhut-II/2013 tanggal 19 agustus 2013 tentang penataan batas areal kerja izin pemanfaatan hutan, persetujuan prinsip penggunaan kawasan hutan, persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan dan pengelolaan kawasan hutan pada kesatuan pengelolaan hutan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus. Penataan batas areal kerja dilakukan melalui tahapan:

  1. Pembuatan rencana penataan batas dan peta kerja
  2. Pembuatan instruksi kerja penataan batas
  3. Pengukuran batas dan pemasangan tanda batas
  4. Pemetaan hasil penataan batas
  5. Pembuatan dan penandatanganan berita acara dan peta hasil tata batas

Pelaporan kepada menteri lingkungan hidup dan kehutanan. Anggota tim tata batas meliputi:

  1. Balai sebagai supervisi dan pengawas
  2. Dinas provinsi yang membidangi kehutanan sebagai pembimbing teknis
  3. Pemegang IPPKH atau rekanan sebagai pelaksana
  4. Perum Perhutani, Kecamatan, Dan Atau Desa/Kelurahan sebagai pendamping dan
  5. Pemegang IPPKH dan/atau pengelola kawasan hutan sebagai saksi.

Panjang trayek batas yang akan ditata batas telah disesuaikan yaitu sepanjang ±1.801,60 meter, dengan luas 4,85 hektar dan jumlah pal batas sebanyak 37 pal. Tata waktu penataan batas areal izin pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan sudetan kali gandong di kabupaten Bojonegoro provinsi jawa timur meliputi:

  1. Penyusunan dokumen rencana kerja 4 maret 2019 oleh Pemkab Bojonegoro (sudah dilaksanakan
  2. Pengesahan dokumen Rencana kerja/surat ditkuh rencana penataan batas 4 maret 2019 oleh Ditkuh (sudah dilaksanakan)
  3. Rapat persiapan penataan batas 18 juni 2019 oleh BKPH XI Yogyakarta
  4. Penyusunan Insker dan SK Tim Tata Batas 18 juni 2019 BKPH XI Yogyakarta
  5. Permohonan bantuan tenaga pendamping teknis, pendamping dan saksi 20 juni 2019 BKPH XI Yogyakarta
  6. Pelaksanaan penataan batas/pengukuran lapangan 24 s/d 28 juni 2019 oleh Pemkab Bojonegoro
  7. Bimbingan teknis, pendamping dan saksi pelaksanaan 26 s/d 28 juni 2019 oleh dinas kehutanan provinsi, Depren, KPH, Kecamatan dan Desa
  8. Supervisi dan pengawasan lapangan 26 s/d 28 juni 2019 oleh BKPH XI Yogyakarta
  9. Pengelolaan data (peta dan BA) 1 s/d 7 juli 2019 oleh Pemkab Bojonegoro
  10. Pembahasan hasil dan penandatangan hasil tata batas 8 s/d 9 juli 2019 Pemkab Bojonegoro
  11. Pelaporan ke Ditkuh 15 juli 2019 oleh BPKH

Sementara itu Kepala Dinas Pengairan Kabupatwn Bojonegoro mengatakan bahwa fungsi Sodetan kali Gondang adalah untuk meminimalisir dampak banjir bandang di Dusun Sugihan Desa Kedungsumber KecTemayang dan meminimalisir terganggu jalur transportasi Bojonegoro – Nganjuk saat musim hujan.

” Dan untuk percepatan pelaksanaan kegiatan di lapapanhan pemkab akan mengajukan dispensasi utk segera melakujan kegiatan penyudetan di lokasi yg dimohon” tutup Edy (red/hum).

News Feed