oleh

Sebanyak 42 Personil Polisi Dapat Apresiasi Penghargaan Ditjen KSDAE Ungkap Kasus Ilegal Satwa Liar

Surabaya – jurnalissiberindonesia.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) mengapresiasi penyerahan penghargaan kepada Kepolisian Polda Jawa Timur dan Bareskrim Mabes Polri atas pengungkapan kasus jaringan perdagangan ilegal satwa liar yang ditetapkan oleh Undang-Undang.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dengan buka puasa bersama yang diadakan bertempat di Hotel Vasa Surabaya, Jum’at (24/5), malam, dihadiri Direktorat Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc., dan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, yang diwakili oleh Dirreskrimsus, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, dan Kasubdit Tipidter Polda Jatim AKBP Rofiq Ripto Himawan, serta Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, beserta Kasat Reskrim AKP Dimas Ferry Anuraga yang diwakili oleh Kanit Tipidter Iptu Agung Kurnia Putra, hingga para tamu undangan lainnya.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc., menyampaikan ada 42 personil Kepolisian yang terdiri sebanyak 14 personil dari, Ditreskrimsus, dan 14 personil lainnya dari Ditpolairud Polda Jatim, serta 8 personil Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan 8 personil lainnya dari Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya II kita berikan apresiasi.

“Pemberian apresiasi penghargaan tersebut atas kinerjanya secara team mereka yang bekerjasama menyelamatkan para satwa yang dilindungi,” kata Wiratno, Jum’at (24/5).

Selama tindak pidana yang ditangani, sambungnya anggota Kepolisian Ditreskrimsus dan Ditpolairud Polda Jatim mengungkap kasus perdagangan satwa liar jenis hewan Komodo atau Varanus Komodoensis berasal Flores dan berbagai jenis burung paruh bengkok berasal dari Sulawesi.

Selain itu, dari anggota Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sendiri berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal satwa liar yang merupakan berjenis elang. “Kita aperasikan dari BKIPM Surabaya II telah mengungkap kasus perdagangan illegal satwa liar jenis Kura-Kura dan Soa Layar yang masing-masing asal Palu Sulawesi Tengah,” tutur Wiratno kepada jurnalissiberindonesia.com.

Dikatakan keseluruhan dalam kurun waktu pertengahan tahun 2018 hingga sampai saat ini, Jawa Timur berhasil mengagalkan, mengungkap sindikat perdagangan illegal satwa liar yang dilindungi maupun tidak dilindungi oleh undang-undang. Kita semua keberhasilan ini atas peran kerjasama dan sinergitas antara Kementerian LHK dengan pihak institusi terkait lainnya,” jelasnya.

Wiranto menyebutkan dari sekian banyak pengungkapan kasus tersebut, para tersangka ini sudah mendapat sanksi hukum pidana sesuai ketentuan berlaku oleh pihak Kepolisian, dan perlindungan satwa liar merupakan bagian sikap gerakan moral dalam rangka mewujudkan pelestarian lingkungan. “Kita semua berkewajiban untuk menjaga satwa dan ekosistemnya agar dapat melestarikan lingkungan hidup yang lebih baik,” terangnya.

Wiratno menambahkan dari keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, kita semua wajib menjaganya, karena penting kehidupan liar yaitu bermuara tercapai
keseimbangan dengan mengikuti harmoni alam atau keselarasan bagi seluruh
makhluk hidup. Maka itu lanjutnya, Kementerian LHK melalui Ditjen KSDAE untuk memperingati Hari Internasional Biodeversity yang jatuh bertepatan pada tanggal 22 Mei, kemarin memprioritaskan satwa liar hasil sitaan tindak pidana perdagangan illegal untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” pungkasnya. (yti/fz)

News Feed