oleh

Posting Medsos Bunuh Saja Jokowi Anjing, Polda Jatim Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – Ujaran kebencian dan issu konten sara yang di posting pada media sosial (medsos), kini anggota Kepolisian Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menangkap tersangka Hairil Anwar (35).

Tersangka yang berprofesi sebagai guru honorer serta warga Dusun Marsongai, Desa Panaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ditangkap petugas lantaran memposting konten yang diuploadnya melalui akun facebook atas nama Putra Kurniawan, dan merupakan suatu penghinaan terhadap Pejabat Negara.

“Pengungkapan kasus ujaran kebencian dan issu sara tersebut kejadiannya, Kamis (16/5), lalu yang berada di salah satu sekolah dasar SD Negeri di daerah Sumenep, Madura, tersangka Hairil Anwar memposting ujaran kebencian dan penghinaan pada akun medsos facebook terhadap pejabat negara Presiden RI dan Menko Polhukam,” kata Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera,” Minggu (19/5).

AKBP Cecep Susatya mengungkapkan kronologi awal mulanya mendasar laporan Patroli Cyber Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri menginformasikan, lalu kemudian kita tindak lanjuti menganalisa terlebih dahulu.

Ketika dinyatakan benar hasil analisa tersebut, kami segera lakukan koordinasi bersama anggota Polres Sumenep Madura dan tersangka berhasil kita tangkap,” ungkapnya.

Disampaikan berdasarkan pemeriksaan petugas, tersangka mengaku mengunggah postingan di medsos akun facebooknya ujaran kebencian dan penghinaan terhadap 2 (dua) pejabat negara yang bertuliskan yaitu, “Bunuh Saja Jokowi Anjing, kemudian dalam postingan lainnya terdapat tulisan, yakni Dasar Wiranto apa tindakan ello mengenai petugas kpps yang telah merenggut nyawa sampai 500 orang, turunbsaja lo pakek sempak tuuu”.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan sampai menyebarkan konten yang sekiranya mengandung issu sara atau ujaran kebencian. Selain itu, gunakan dengan bijak secara positif akun medsos yang tidak merugikan orang lain,” tuturnya.

Dia menambahkan selain menangkap tersangka, kami juga amankan barang bukti melalui akun medsos masing-masing antaranya, 1 (satu) unit handphone (HP) merk Oppo F1 S warna gold beserta sim card, dan akun facebook dengan alamat pemilik tersangka Hairil Anwar, 1 (satu) pakaian motif batik, serta 9 (sembilan) lembar bukti screen shot ujaran kebencian postingan akun atas nama Putra Kurniawan milik tersangka. “Kami akan jerat tersangka yang bersangkutan dengan undang-undang RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan dikenakan pasal 28 ayat (2), jo pasal 45 A Ayat (2) dan pasal 207 KUHP,” tandas AKBP Cecep Susatya. (yti/fz)

News Feed