oleh

Tilep Uang Perusahaan Rp 36 Juta, Feri Dibui

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com
Feri Nur Hamzah Putera (27), kini harus rela mendekam dibalik jeruji besi penjara lantaran menggelapkan uang setoran milik perusahaan ditempat bekerjanya.

Ulah tersangka (Feri Nur Hamzah Putera) warga Pakis Gunung I Kota Surabaya tersebut dengan cara mengambil uang tagihan ke beberapa toko lain yang sudah membeli barang ke CV Surya Bersaudara Abadi ditempat pekerjaannya, namun uang itu oleh Feri tidak menyetorkan ke bagian administrasi, tapi melainkan digelapkan untuk kepentingan pribadinya.

Perbuatan tersangka Feri ini modusnya yaitu, sebagai sales bagian penagihan uang setoran di toko lain, namun oleh tersangka tak disetorkan ke bagian administrasi perusahaan.

“Kejadiannya (4/5) lalu, sekitar pukul 10.00 Wib, berawal laporan korban selaku pemilik perusahaan berinisial, BLSD (30), yang beralamatkan di Jalan Griya Kebraon Barat 14/CE-18, RT.06/RW.04, Kebraon, Karangpilang Surabaya di tempat bekerja tersangka,” kata Kapolsek Karangpilang Surabaya Kompol Widjanarko melalui, Kanit Reskrim Iptu Wardi Waluyo, Minggu (12/5/2019).

Dia menambahkan Feri ini merupakan salah satu bagian penagihan uang ke toko-toko lain telah memesan barang di perusahaan CV Surya Bersaudara Abadi, tempat bekerjanya.

“Hasil audit perusahaan ditemukan ada 16 (enam belas) lembar nota penjualan barang produk kantong plastik dan karet gelang ke toko lain yang membeli barang dari CV Surya Bersaudara Abadi dengan total kerugiannya sebesar Rp 36 juta,” jelas Iptu Wardi.

Dikatakannya, hasil keterangan saksi pelapor selaku pemilik perusahaan CV Surya Bersaudara Abadi dan 2 (dua) karyawan administrasi memang sebelumnya melaporkan kejadian kepada kami.

“Dari bukti selain 16 lembar nota penjualan, ada bukti kuat lainnya 3 lembar transfer dari toko ke rekening tersangka Feri maka itu kami lakukan penangkapan di rumahnya,” imbuhnya kepada jurnalissiberindonesia.com.

Disampaikan, tersangka untuk menanggung perbuatannya sudah kami jebloskan ke dalam penjara dan akan di jerat dengan ketentuan pasal 374 KUHPidana,” tandas Wardi. (yti/fz)

News Feed