oleh

Menjadi Surabaya Rujukan Pengelolaan HKI di Indonesia, Wali Kota Risma: Sehingga Kalau Ada Menyalahgunakan Bisa di Tindaklanjuti

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – perlindungan sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang baik, akan menjadi modal utama bagi para pelaku usaha untuk dapat melebarkan sayap industri ke pangsa pasar global.

Karena, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencar mendorong dan memotivasi pelaku usaha, yang utamanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mereka sadar betul terhadap pentingnya sebuah perlindungan HKI pada produk yang telah dihasilkan. Pemkot Surabaya banyak mendapat respon positif. Bahkan, atas inisiasi yang dilakukan itu telah berhasil mendapat penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia.

Dengan penghargaan itu, diberikan karena Surabaya dinilai sebagai kota yang banyak berkontribusi dan mendukung pemerintah pusat dalam perkembangan pengetahuan dan pemahaman Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia.

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menyampaikan pihaknya berkomitmen terus mendorong pelaku UMKM agar produk mereka hasilkan mendapat perlindungan HKI.

Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada mereka melalui pemberian Hak Kekayaan Intelektual, Hak Merek maupun Hak Paten.

“Kita berikan perlindungan terutama kepada pencipta itu dan supaya mereka punya legalitas. Sehingga kalau ada yang menyalahgunakan bisa ditindaklanjuti,” kata Risma, kemarin (8/5).
 
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini tak ingin jika produk hasil karya warganya kemudian diklaim atau disalahgunakan oleh orang lain. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Surabaya membuka layanan perizinan HKI yang bertujuan untuk mendorong dan memfasilitasi para pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha.

“Mulai saya menjabat Wali Kota itu kita ada bantuan itu, untuk hak paten dan merek gratis. Tapi memang kemarin saya lihat orang ndak care (terbuka), ternyata ada salah satu startup kita itu diambil. Nah dari situ, akhirnya saya buka (perizinan) di mall, akhirnya kita buka,” sebut Risma.

Hak Kekayaan Intelektual merupakan aset tidak berwujud yang penting untuk dimiliki oleh para pelaku usaha. Apalagi saat ini telah memasuki era industri 4.0. Era dimana perekonomian negara berkembang tidak lagi mengandalkan sumber daya alam sebagai nilai jual dan pemasukan negara. Akan tetapi, mengandalkan inovasi dan kreativitas melalui industri kreatif yang dapat menjadi salah satu pemasukan negara yang besar. Dengan adanya perlindungan HKI, maka produk yang dihasilkan pun akan lebih aman, baik dari segi legalitas hukum maupun penjualan ke pasar global.

Karena dasar itulah, Pemkot Surabaya kemudian berinisiatif memberikan fasilitas berupa bantuan perlindungan HKI kepada para pelaku UMKM. Wali Kota Risma mengaku, tahun 2018 sebanyak 150 UMKM di Surabaya yang mendapat bantuan perizinan HKI secara gratis. Bahkan, ia memastikan, jika jumlah tersebut akan terus ditambah seiiring dengan pengajuan dan kebutuhan para pelaku usaha. “Ini kemarin sudah habis begitu teman-teman launching, makanya kita mau ajukan PAK lagi untuk tambahan. Nanti kita lihat yang sudah mulai daftar berapa untuk tahun ini,” ujarnya Tri Rismaharini.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur Kemenkumham RI, Susy Susilawati, menyampaikan Surabaya merupakan kota terbanyak yang mendaftarkan merek di Indonesia. Bahkan, Surabaya menjadi satu-satunya kota pelopor yang memberikan pelayanan kekayaan intelektual yang bertempat di mall pelayanan publik.

“Jadi di provinsi lain belum ada, dan ini baru ada di Kota Surabaya,” terang Susy.

Menurut Sussy, penghargaan yang diberikan kepada Pemkot Surabaya itu, tak lepas dari sosok kepemimpinan Wali Kota Risma yang dinilai konsisten mendorong dan memotivasi para pelaku UMKM. Berkaca dari apa yang dilakukan Pemkot Surabaya tersebut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan memotivasi pelaku UMKM, agar mereka sadar dan mau mendaftarkan merek produknya.

“Supaya tidak ada pelanggaran HKI, makanya harus didaftarkan, agar tidak ada penyerobotan merek. Maka itulah kesadaran perlunya HKI yang terus kita dorong,” tutupnya. (fz/yti)

News Feed