oleh

Gagal Rampas HP Korban, Pria Asal Taman Sidoarjo Dibui

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – Nurdiansyah (40), asal warga Bebekan, Taman, Sidoarjo, nekat merampas Handphone (HP) korban, kini harus mendekam di balik jeruji besi penjara Mapolsek Wiyung Surabaya.

Aksi nekat yang dilakukannya merampas HP tersebut sebelumnya pelaku telah mengkutitnya dari arag belakang saat itu ponsel HP korban diletakkan pada bagasi motor.

Kapolsek Wiyung Surabaya, Kompol M Rasyad melalui, Kanit Reskrim Ipda Wahyu Ngabekti menjelaskan, kronologi awal mulanya pada (9/4), sekitar pukul 12.00 WIB, saat itu korban mengendarai motor untuk membeli makanan berdekatan dengan salah satu sekolah SMA Negeri di wilayah Balas Klumprik Surabaya. “HP itu diletakkan korban pada bagasi matic bagian depan motornya,” ujar Ipda Wahyu Ngabekti, Jum’at (3/5), siang.

Kemudian lanjut Ipda Wahyu, setelah korban membeli makanan, lalu beranjak pulang dan HP miliknya itu masih tetap keadaan di bagasi motornya. Dengan demikian mengetahui kelengahan korban yang meletakkan HP pada bagasi motor tersebut tersangka membuntuti dari belakang, dan dirasanya aman oleh tersangka seketika merampasnya. “Saat tersangka merampas HP milik korban itu sontak berteriak maling…maling.. meminta tolong,” terangnya.

Dikatakan, ketika berteriak maling minta tolong itu, korban bersama tersangka sempat terjadi aksi tarik-menarik untuk menyelamatkan barang HP miliknya tersebut. “Mendengar kejadian ini kebetulan anggota kami mengetahui dan dilakukan pengejaran terhadap tersangka,” sebut Wahyu.

Diungkapkannya, pihaknya sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka. “Kami bersama anggota opsnal reskrim sempat mengejar tersangka kemudian tak lama kita berhasil menangkapnya dan mengamankan barang bukti HP android merk Advan warna putih milik korban seketika kami gelandang ke Mapolsek Wiyung Surabaya,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, selain mengamankan barang bukti HP yang dirampasnya, kami juga menyita 1 (satu) unit motor jenis matic merk honda beat bernopol W 3427 OC milik tersangka sebagai sarana perampasan. Tersangka akan kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan,” pungkasnya. (yti/fz)

News Feed