oleh

Vanessa Angel Kontak Muncikari Minta Dicarikan Tamu, Sepi Job

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com -Terdakwa sekaligus artis Vanessa Angel saat menjalani sidang perdana pada kasus penyebaran konten pornografi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Bahwa dirinya (Vanessa Angel) disebut sepi job, yang sehingga menghubunginya ke muncikari agar untuk dicarikan tamu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) RA Dhini Ardhani, pada bacaan dakwaannya menyampaikan, terdakwa Vanesza Adzania, alias Vanessa Angelia Adzan, alias Vanessa Angel, yang awalnya bekerja sebagai artis sedang mengalami sepi job, atas dasar itu maka pada tanggal 12 November 2018, lalu terdakwa menghubunginya ke terdakwa Endang Suhartini melalui chatting WhatsApp dan meminta pekerjaan melayani tamu untuk berhubungan seks kepada saksi Endang Suhartini dengan tujuan agar mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya jaksa di PN Surabaya, Rabu (24/4/2019).

Dikatakan, Vanessa disebut perlu uang tambahan untuk merayakan ulang tahun (ultah). Jaksa juga mengungkapkan janji Vanessa untuk tidak ‘nakal’ lagi.

“Kemudian dari percakapan media chatting WhatsApp tersebut, terdakwa berjanji akan berhenti untuk menjadi nakal karena dirinya ingin menikah,” ujar RA Dhini Ardhani.

Sementara, Pengacara Vanessa Angel, Heru Andeska, menegaskan kliennya tak bersalah. Bahkan ia masih mempertanyakan unsur pidana yang dilakukan kliennya.

“Terkait pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Jo. Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, yang menjerat Vanessa Angel, ingin membuktikan berdasarkan dasar-dasar hukum yang kita miliki.

“Begitu juga kaitannya dengan mendistribusikan membuat dan dapat diakses dan yang membuat konten asusila, sejauh ini yang kita lihat di pemberkasan, tidak ada konten asusila, terus apa yang dijadikan permasalahan dalam perkara ini,” tutur Heru.

Kemudian terkait beredarnya foto Vannesa Angel pada saat Vannesa ditangkap Heru menjelaskan, bahwa foto tanpa busana itu tidak ada hubungan dan kaitannya dengan kasus Vanessa Angel yang ada di Jawa Timur.

“Oh tidak ada dong, kita meski menyamakan persepsi dulu ya. Jadi ini jangan sampai masyarakat awam berpikiran foto-foto itu ada hubungannya dengan perkara di Jawa Timur ini. Bahkan juga foto tersebut sudah kami laporkan ke Mabes Polri, yang bahwa foto itu sama sekali bukan kita yang menyebarkan,” kata Heru. (fz/yti)

News Feed