oleh

Jelang Pemilu 2019, Polres Gresik Ungkap 18 Kasus dan 36 Tersangka

Gresik, jurnalissiberindonesia.com – Satreskrim bersama jajaran Polsek Gresik menggelar hasil ungkap pada bulan Januari sampai dengan Maret 2019 sebanyak 18 kasus dan telah menangkap sebanyak 36 tersangka yang diadakan di halaman Mapolres Gresik.

Diselenggarakannya hasil ungkap 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) tersebut, dalam rangka menjelang persiapan pemilu 2019 yang dihadiri oleh Wakil Bupati, dan Dandim beserta Forkopimda se Kabupaten Gresik.

AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kapolres Gresik, didampingi Kasatreskrim AKP Andaru Tiksnarto Rahutomo mengatakan, beberapa kasus menonjol yang kita ungkap diantaranya, kasus pencurian disertai pemberatan (Curat) berhasil menangkap 11 tersangka yang modusnya mengambil barang dengan cara mengancam menggunakan senjata tajam (sajam). Selanjutnya kasus pencurian disertai kekerasan (Curas) dengan cara tersangka memukul menggunakan martil yang sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia, lalu pencurian ponsel handphone korban dengan cara mengancamnya menggunakan senjata api (Senpi) rakitan,” ungkapnya, Senin (15/4/2019).

AKBP Wahyu menjelaskan, masing-masing dari hasil ungkap kasus ini adalah, kita berhasil mengungkap 9 kasus dan menangkap 20 tersangka yang modusnya, pembobolan toko sebanyak 2 kasus, pencurian handphone 2 kasus, pencurian pakaian di supermarket 1 kasus, dan menjala ikan ditambak 1 kasus, serta pembobolan rumah 2 kasus, hingga pembobolan bengkel 1 kasus,” terangnya.

Dijelaskan, kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kita berhasil mengungkap 3 kasus dan menangkap sebanyak 4 tersangka. “Modus dari tersangka ini mengincar sasaran motor korban, lalu berhasil mengeksekusi motor tersebut dan membawanya kabur,” ujar AKBP Wahyu.

Wahyu membeberkan, ungkap kasus di jajaran polsek sendiri rata-rata modusnya hampir sama, namun kasus perampasan ponsel di Polsek Menganti Gresik, berhasil menangkap 2 tersangka yang modusnya dari pelaku menggunakan motor secara berboncengan, lalu mengincar korban dan mengacungkan senjata tajam yang dikalungkan pada leher korban untuk menakut-nakuti kemudian merampas ponsel korban,” jelasnya.

Selanjutnya kata AKBP Wahyu, dari tiga tersangka yang diamankan jajaran Polsek Menganti Gresik masing-masing berinisial, FA (21), NH (50), dan RPPY (28), asal Surabaya telah melakukan aksi pencurian ponsel merk Vivo V5 milik korban dengan cara memukulnya menggunakan martil yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Mantan Kapolres Bojonegoro.

Dijelaskannya lagi, dua tersangka berinisial MA (20), dan MF (31), asal Ujungpangkah Gresik, diungkap anggota jajaran Polsek Ujungpangkah lantaran keduanya tersangka hunting menggunakan motor dan mendapati sasaran dengan cara merampas ponsel dan uang kepada korban dengan cara mengancam menggunakan senjata api rakitan. “Kejadiannya pada, Jum’at (1/3), sekitar pukul 23.00 Wib, dikebun mangga di Desa Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik,” beber Perwira dua melati dipundaknya.

Wahyu mengatakan, seorang tersangka berinisial AI (20), asal Tambak Pring, Surabaya berhasil diungkap jajaran Polsek Panceng Gresik, pelaku mengambil motor korban yang terletak ditepi jalan dengan keadaan kunci terpasang, yang kejadiannya Sabtu (16/3), sekitar pukul 11.00 Wib. Kemudian pada pembobolan bengkel dengan cara merusak kunci gembok yang tempat kejadiannya di Jalan Raya Leran, Manyar, Gresik berhasil mengungkap sebanyak 8 tersangka asal Kabupaten Gresik dan barang bukti yang kita sita 1 set mesin colter, 1 set mesin poles,” sambungnya.

Lanjutnya, pengungkapan pembobolan rumah oleh jajaran Polsek Ujungpangkah, Gresik kita berhasil menangkap 1 tersangka berinisial MM (36), asal Ujungpangkah, Gresik dan modus yang dilakukan tersangka yaitu, membobol rumah korban dalam keadaan tidur lalu menguras harta korban uang tunai sebanyak Rp 105 juta yang tersimpan dalam almari serta tak tanggung tanggung tersangka juga mengembat 3 ponsel korban,” imbuhnya.

Ditambahkan, kita telah menyita keseluruhan barang bukti masing-masing diantaranya, 1 pucuk senpi rakitan, 2 butir proyektir hampa yang masih aktif, 1 unit motor jenis matic honda scoopy, 1 buah linggis, 1 buah kunci leter T, dan 1 set lengkap mesin bubut,” pungkas Wahyu.(yti/fz)

News Feed