oleh

Gagal Transaksi dan Simpan Dalam Dompet, Pengedar Sabu Dibui

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – Moh Soleh (26), warga Wonokusumo Jaya Gang 7 Surabaya, dibekuk Unit Reskrim Polsek Krembangan Surabaya, lantaran diduga hendak akan transaksi sabu kepada pemesannya.

Tersangka asal Sampang Madura ini, ditangkap petugas pada tempat kejadian perkara (TKP), di warung giras, depan rumahnya tanpa perlawanan, Kamis (4/4), sekitar pukul 20.30 Wib.

Kapolsek Krembangan Surabaya Kompol Esti Setidja Oetami membenarkan, kita tangkap tersangka (Moh Soleh) ini percobaan secara mufakat atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang disimpan sebuah dompet ukuran kecil,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui via selulernya, Selasa (9/4/2019).

Esti menjelaskan, dari penangkapan tersangka ini, anggota kami sebelumnya menerima laporan informasi masyarakat yang mana di TKP tersebut dicurigai gerak-geriknya adanya seorang berciri-cirikan yang dugaan sedang akan bertransaksi sabu. Hasil informasi itu, kita lidik untuk memastikan dan ternyata benar ketika petugas melakukan penggeledahan telah ditemukan beberapa poket sabu yang tersimpan dalam dompet miliknya. “Seketika kita amankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan penyidikan lebih lanjut,” kata Mantan Kapolsek Rungkut.

Dikatakannya lagi, kepada penyidik tersangka mengakui jika barang sabu ini miliknya dan memang akan melakukan transaksi kepada calon pembelinya. “Tersangka selain mengedarkan, dirinya juga telah mengkonsumsi serbuk kristal sabu,” beber Kompol Esti Setidja Oetami kepada jurnalissiberindonesia.com.

Maka itu sambungnya, selain menangkapnya, kami juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka masing-masing diantaranya, 1 poket seberat 1,14 gram, 0,12 gram sabu, dan 2 poket sabu seberat 0,22 gram, 0,26 gram, serta 4 poket sabu seberat 0,28 gram, 1 buah pipet kaca yang didalamnya terdapat sisa sabu, 1 buah skop sabu, hingga dompet ukuran kecil tempat menyimpan sabu,” imbuhnya.

Dikatakan, kini tersangka Moh Soleh sudah kami jebloskan ke penjara dan untuk menanggung akibatnya akan kami jerat dengan pasal 112 ayat (1), Jo pasal 114 ayat (1), tentang narkotika yang ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun, dan maksimal 20 tahun penjara,” tandas Esti. (yti/fz)

News Feed