oleh

Subdit Tipidter Polda Jatim Bongkar Selundupan Jual Beli Hewan Satwa, 1 Pelaku Buron

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – Ditreskrimsus Polda Jatim menyita beberapa ekor hewan komodo selundupan yang berasal dari Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selundupan ekor hewan komodo ini ditemukan dalam kondisi hidup pada sebuah rumah yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur dalam keterangan Konferensi Pers menjelaskan, pada pengungkapan temuan hewan komodo ini merupakan hasil penindakan kasus penyelundupan satwa yang dilindungi Subdit Tipidter, pada Jumat, (22/2/2019), lalu.

“Anggota kami Subdit Tipidter yang dikomando Kasubdit Tipidter, AKBP Rofik Ripto Hermawan mengungkap penindakan di dua tempat pada wilayah Jawa Timur, yaitu Surabaya. Dari hasil penindakan tersebut kami temukan berbagai jenis ekor hewan satwa liar, baik dalam kondisi hidup maupun mati,” kata Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Rabu (27/3/2019).

Dikatakan, karena hewan komodo ini ditemukan di rumah pelaku berinisial, RSL (24) warga Surabaya. Anggota kami menggelandang pelaku untuk menjalani pemeriksaan penyidikan lebih dalam, selain itu , kami telah menetapkannya sebagai tersangka,” terang Kombes Pol Yusep kepada jurnalissiberindonesia.com.

Selanjutnya, pada hasil pemeriksaan tersangka RSL, kami kembangkan, akhirnya kami berhasil menangkap para pelaku-pelaku baru masing-masing berinisial, VS (32), AN (32) dan AW (35), yang ketiganya diduga sebagai perantara perdagangan satwa liar jenis hewan komodo diperoleh dari seseorang pelaku berinisial ED yang tinggal di Flores NTT. “Pelaku ED sendiri merupakan seorang residivis kasus serupa, serta kini masih dalam data pencarian orang (DPO), mudah-mudahan pelaku lekas tertangkap dan anggota kami masih lakukan pengejaran,” tegas Yusep Gunawan.

Dia mengatakan, dengan latar belakangan, mereka para tersangka ini dikenal sebagai pelaku penyelundupan satwa liar anggota jaringan internasional setelah petugas mengumpulkan serta menemukan dokumen paspor dari tangan salah satu tersangka.

“Ini merupakan bukti, bahwa tersangka yang bersangkutan terhubung dengan jaringan internasional,” jelasnya.

Sebelum dijual ke luar negeri lanjut Yusep, hewan komodo selundupan ini dibawa dari habitat asalnya menuju Surabaya melalui jalur darat yang dengan menggunakan kendaraan truk. Dari para tersangka ini telah menekuni bisnis jual beli hewan komodo sejak tahun 2016, lalu. Serta hingga saat ini, sudah ada sebanyak 41 (empat puluh satu) hewan ekor komodo yang dijual ke luar negeri. “Dari segi harga nilai jualnya hewan jenis purba yang sangat dilindungi cukup fantastis sekitar mencapai Rp 500 juta untuk per ekor,” jelasnya kepada media ini.

Selain menemukan hewan komodo sambungnya, kami juga menyita sejumlah hewan satwa liar, masing-masing diantaranya, Binturong, Kakatua, Nuri, Kasuari, Perkuci dan ada juga yang telah diawetkan. “Para tersangka terancam hukuman 5 (lima) tahun penjara, karena melanggar undang undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” tandas Yusep Gunawan. (yti/fz)

News Feed