oleh

Keroyok dan Rampas Motor Korban, 3 Sekawan Dibui

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com – Tindak pidana pengeroyokan dan pencurian disertai kekerasan (Curas), tiga pelaku dibekuk Unit Reskrim Polsek Karangpilang Surabaya.

Mereka masing-masing tersangka yakni, Zakaria Fransisco (22), warga Babatan, Eden Pratama Putra (17), warga Klakah Rejo Lor, atau numpang dirumah tersangka (Zakaria-red), serta Leo Firmansyah (21), warga Lidah Wetan yang ketiga dari asal Surabaya.

Kompol Widjanarko, Kapolsek Karangpilang Surabaya menuturkan, kronologi awal mula kejadiannya, Minggu (24/3), dini hari depan sekolah TK Belia Kreatif Jalan Kedurus V Surabaya, tentang adanya para pelaku curas dan pengeroyokan yang tak dikenali yang berjumlahkan sebanyak 6 orang. “Korban yang saat itu berboncengan telah dihentikan para pelaku ini lalu dipukul dan motor miliknya korban dibawa kabur dengan dipindahkan, di dorong menepi pada warung giras terdekat,” ujar Kompol Widjanarko saat dikonfirmasi, Selasa (26/3), malam.

Dia menambahkan, dengan kejadian tersebut korban seketika meminta tolong berteriak maling, namun beruntungnya saat itu anggota opsnal reskrim kami sedang melaksanakan giat patroli kring serse dengan mendengar teriakan ini, sontak menjadi perhatian. “Saat itu dalam patroli kring serse yang dikomando Kanit Reskrim Iptu Wardi Waluyo korban di hampirinya, kemudian setelah diketahui terdapat korban curas dan pengeroyokan seketika petugas bergegas lakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelas Kompol Widjanarko kepada jurnalissiberindonesia.com.

Dikatakan, selama anggota kami lakukan pengejaran, telah membuahkan hasil dan menangkap ke 3 (tiga) tersangka yang tanpa perlawanan. “Petugas berhasil menangkap tiga tersangka, dan dari tiga pelaku lain masih dalam data pencarian orang (DPO) buronan petugas,” tegasnya kepada media ini.

Selanjutnya kami menyita barang bukti hasil kejahatan tersangka berupa, 1 (satu) unit motor jenis matic merk yamaha mio soul, warna hitam, tahun 2009 dengan disertai nomor angka (noka) dan nomor mesin (nosin). “Akan kami jerat ke 3 (tiga) tersangka dengan pasal 170 maksimal ancaman hukumannya 5 tahun penjara, dan atau pasal 365 KUHPidana, yang ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkas Widjanarko. (yti/fz)

News Feed