oleh

Nyambi Penadah Motor, PNS Guru SD Dibekuk Polsek Asemrowo Surabaya

Surabaya, jurnalissiberindonesia.com– Hoiri (43), asal warga Dusun Krampon, Torjun, Sampang, Madura dibekuk Polisi lantaran telah melakukan tindak pidana penadah kendaraan bermotor.

Tersangka yang berprofesi sebagai guru pengawas negeri sipil (PNS) sekolah dasar (SD), ditangkap Unit Reskrim Polsek Asemrowo Surabaya, pada lokasi kejadian (TKP) halaman Masjid Nurul Hidayah, Jalan Genting Baru, Surabaya.

Kompol Nur Suhud, Kapolsek Asemrowo Surabaya menuturkan, penangkapan tersangka berawal anggota kami mendapatkan Informasi masyarakat, bahwa di lokasi kejadian tersebut adanya seorang sedang transaksi kendaraan bermotor Rabu, (20/3), sore.

Selanjutnya, hasil penyelidikan anggota kami yang dikomando Kanit Reskrim AKP Syaifuddin, kemudian ditindak lanjuti dan benar tersangka ini telah menerima transaksi sepeda motor kepada seorang dan berhasil kami tangkap. “Tersangka menerima motor dari seorang pelaku berinisial HMD yang kini dalam buronan DPO anggota kami,” ungkapnya, Senin (25/3).

Nur Suhud mengatakan, hasil pemeriksaan tersangka (Hoiri), mengaku jika dirinya disuruh untuk menerima sepeda motor tersebut atas perintah seorang pelaku berinisial SKD. “Hoiri (tersangka) mengakui jika ia menerima motor serta mendapatkan upah sebesar Rp 300 ribu,” kata mantan Kapolsek Pabean Cantikan Surabaya.

Masih kata Nur Suhud, seusai menangkap tersangka, kami lakukan pengecekan ke Ditlantas Polda jatim, bahwa dari hasil penelitian ternyata antara nopol W-6910-NZ dan nomor mesin (Nosin) itu tak sama atau sesuai, yang sehingga muncul lah 2 unit motor jenis matic vario ini, kemudian sesuai pada alamat pemilik korban kami lakukan pengecekan ternyata benar bahwa korban telah kehilangan 2 (dua) unit sepeda motor yang sebelumnya telah dilaporkan ke Mapolsek Sukomanunggal Surabaya. “Masih kami dalami kasus ini semoga pelaku lain lekas tertangkap,” jelas Nur Suhud.

Selanjutnya, selain menangkap tersangka, kami telah menyita barang bukti berupa, 1 (satu) unit motor jenis matic merk honda vario 125 bernopol W-6910-NZ yang merupakan bukan nopol aslinya. “Akan kami jerat tersangka dengan ketentuan pasal 480, Jo pasal 363, Jo pasal 55, dan atau pasal 56 KUHPidana,” tukas Nur Suhud. (yti/fz)

News Feed