oleh

Seminar UMKM PWI Jatim, Disperindag Jatim Target 270 Ribu Kepasar Digital

-Berita, Ekonomi-504 views

Surabaya- jurnalissiberindonesia.com -Dalam 5 (lima) tahun ke depan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemrov Jatim bisa mengedukasi sekitar 270 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar digital yang secara bertahap.

Kadis Disperindag Pemrov Jatim, Dr. Drajat Irawan menuturkan, untuk saat ini mitra binaan UMKM Jatim sudah mendapatkan edukasi dan masuk pasar digital mencapai 1.249 UMKM.

“Ya sebetulnya UMKM kita sudah banyak yang masuk di marketplace (pasar) digital karena ada yang sudah mandiri. Namun, yang mendapatkan edukasi dari kita memang belum banyak,” katanya saat diwawancarai seusai menjadi narasumber pada Seminar UMKM yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jawa Timur, di Hotel Kampi Surabaya, Rabu (20/3/2019), kemarin.

Kadis Disperindag Pemrov Jatim mengatakan, selama ini UMKM yang sudah masuk pasaran digital kebanyakan ada di marketplace Bukalapak. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sendiri sudah lakukan konsolidasi dengan sejumlah marketplace lainnya agar mau memberikan ruang lebih banyak lagi bagi produk-produk UMKM di Jatim, ketimbang produk import.

“Kami baru bertemu dengan beberapa para marketplace diantaranya, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan Blibli untuk mengajak mereka agar ikut mengangkat produk UMKM kita. Rencananya akan ketemu lagi untuk membicarakan yang lebih kongkrit,” terang Drajat Irawan kepada jurnalissiberindonesia.com.

Dia menyampaikan, selama ini yang menjadi penyebab gendala kesulitan atau hambatan yang dihadapi pada UMKM untuk masuk pasar digital, yaitu secara sistematis pengoperasian aplikasi dan cara menyajikan foto atau gambar pada produk yang menarik kepada konsumen,” imbuhnya.

Drajat Irawan menambahkan, dari Disperindag Jatim sendiri mencatat, rata-rata pada pertumbuhan jumlah pelapak di Jatim yang mengupload barang ke marketplace ada sekitar 5 persen per bulannya. Dan sedangkan rata-rata peningkatan tiap transaksi dan nilai harga penjualan pelapak di Jatim mencapai sekitar antara 8 persen, hingga 10 persen per bulannya,” pungkasnya. (yti/fz)

News Feed